Geopark Belitong Ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, Wabup Isyak Meirobie: Perjuangan Tahap Dua Dimulai

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, S.Sn., M.Si. (IST)

BELITUNG—Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, S.Sn., M.Si. mengungkapkan rasa syukurnya atas Geopark Belitong yang secara resmi menyandang predikat sebagai  UNESCO Global Geopark.

Dimana dalam sidang ke-211 yang digelar virtual dari Paris, Kamis (15/4) lalu, Dewan Eksekutif UNESCO menetapkan Geopark Belitong sebagai UNESCO Global Geopark.

Terdapat 7 nominasi lain yang direkomendasikan oleh UNESCO Global Geopark Council (UGGC) untuk diinskripsi sebagai UNESCO Global Geopark baru.

          “Perasaan yang dirasakan ketika Belitung bersama Belitung Timur  ditetapkan dalam sebuah nomenklatur Unesco Global Geopark, rasa syukur. Dengan predikat ini menyatukan dua kabupaten wilayah administratif. Satu pulau, satu ke arifan lokal, satu semangat dan satu visi. Belitong telah memilih geopark sebagai tujuan masa depan. Dan, kita menyadari bahwa Belitong merupakan titipan anak cucu sehinga kita menjaga dan mengembalikan kepada mereka  dalam keadaan yang utuh,” ujar Isyak Meirobie, dalam siaran tertulisnya, Minggu (18/4).

          Dengan memiliki geopark, menurutnya, dipastikan bahwa kelestarian alam dan lingkungan dan juga semua warisan budaya merupakan bagian penting sehingga bisa memastikan pembangunan yang berkelanjutan ke depannya. Dan ini merupakan sebuah tantangan setelah menerima Unesco Global Geopark.

“Perjuangan tahap dua baru saja dimulai. Kita harus meyakinkan bahwa, sumber daya manusia  dan kekayaan apa yang dimiliki  saat ini mampu menunjukan kepada pihak luar. Bahwa Belitong memang siap dan layak serta pantas menyandang status yang sangat elit dan prestise berlabelkan Unesco Global Geopark,” tambahnya.

          Lebih lanjut Isyak Meirobie mengatakan, dengan predikat UNESCO Global Geopark tentunya akan berpengaruh pada perkembangan pariwisata di Belitung paska pandemi Covid-19. Global Geopark di Belitung merupakan salah satu jalan untuk mengembangkan pariwisata.

          Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berjuang jauh hari. Semua yang berkontribusi penting  di level apapun. Dan ini adalah kado yang dipersembahkan untuk semua. Ini adalah awal yang baik untuk kembali berjuang sehingga dampaknya bisa dirasakan semua lapisan.

Geopark Belitong Jadi Prioritas

Dalam press release penetapan Belitong Geopark, disebutkan Geopark Belitong, yang terletak di provinsi Bangka-Belitung menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan dan berhasil mendapatkan rekomendasi positif untuk dimasukan ke dalam daftar UNESCO Global Geopark.

UNESCO mengakui keberagaman geologis di Pulau Belitung dan kepulauan di sekitarnya. Keberagaman tersebut termasuk lanskap, bebatuan, mineral, proses geologis dan tektonik serta evolusi bumi di Belitung.

          Geopark Belitong juga dinilai memiliki keunikan dengan adanya keterkaitan kuat antara aspek geologis, biologis dan budaya. Lanskap geologi Pulau Belitung yang unik, menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna yang di antaranya hanya ditemukan di Belitung, seperti ikan Hampala dan ikan Toman. Keanekaragaman hayati tersebut digunakan oleh masyarakat Belitung di antaranya dengan pemanfaatan tanaman herbal.

          Penetapan Geopark Belitong sebagai UNESCO Global Geopark, merupakan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan baik Pemerintah Pusat dan Daerah maupun akademisi, pemuda dan masyarakat lokal, khususnya dalam Menyusun dokumen nominasi yang menggambarkan nilai-nilai universal, rencana pengelolaan, visibilitas dan jejaring kerjasama geopark Belitong.

          Indonesia berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya perlindungan dan pelestarian situs geopark dan disaat yang sama, memanfaatkan kekayaan situs tersebut untuk mempromosikan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

          Berbagai upaya yang dapat dilakukan adalah pengembangan geo-pariwisata dan geo-edukasi yang dapat membuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat lokal melalui promosi budaya dan produk lokal.

Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan melibatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan di situs geopark.

Melalui UNESCO Global Geopark Program, Indonesia dapat memanfaatkan jaringan Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya mengelola situs geopark dengan  mengedepankan aspek pendidikan, sains, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pembangunan berkelanjutan.

Geopark Belitong, merupakan geopark nasional Indonesia ke-6 yang masuk ke dalam daftar UNESCO Global Geopark. Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mendaftarkan Kaldera Toba, Batur, Ciletuh, Gunung Sewu dan Rinjani. Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam dan budaya yang masuk dalam daftar UNESCO antara lain 9 situs warisan budaya dan alam dan 18 cagar biosfer. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp