International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Gempa Magnuitudo 7,6 Guncang Papua Nugini, 16 Tewas

Gempa M 7,5 mengguncang Port Moresby, ibu kota Papua Nugini

PORT MORESBY – Gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah New Guinea (Papua New Guinea, timur New Guinea), Minggu (11/9) sekitar pukul 06.47 WIB. Akibat gempa besar ini setidaknya dilaporkan 16 korban tewas.
Gempa besar tersebut dilaporkan berpusat di dekat Lae, Provinsi Morobe, sekitar 500 km dari Ibu Kota Port Moresby, Minggu (11/9).
Meski wilayah ini tak memiliki kota besar, sekitar 670.000 orang tinggal dalam jarak 100 km dari pusat gempa.
Bahkan besarnya kekuatan gempa, getarannya terasa hingga Indonesia.
Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat secara dramatis ketika laporan datang dari desa yang terkubur.
Berdasarkan laporan redcross.org, telah terjadi kerusakan yang meluas, dengan jalan beton hancur dan jembatan putus.
Layanan esensial seperti listrik dan komunikasi terputus, dan diyakini akan lebih banyak tanah longsor, karena hujan deras terus terjadi sepanjang malam.
Sekretaris Jenderal Palang Merah Papua Nugini, Uvenoma Rova mengatakan ini menjadi salah satu gempa terbesar yang pernah melanda negaranya.
“Ini tepat di pusat negara kita, dan masih belum tahu berapa banyak korban,” ujarnya.
“Kami masih dalam tahap penilaian, tetapi kami tahu sekolah dan infrastruktur hancur, selain itu aktivitas normal di Kota Tari dan Mendi telah ditutup,” tambahnya.
Pemerintah Australia menjanjikan bantuan senilai 200.000 dolar Australia atau setara Rp 2 miliar.
Mereka juga akan menyediakan pengiriman pertama pasokan, seperti terpal, wadah air dan tablet pemurnian.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga melaporkan bahwa gempa di Papua Nugini itu dirasakan hingga sejumlah tempat di Papua dan Papua Barat, Indonesia.
Mereka mengatakan getarannya terasa di Merauke, Jayapura dan Wamena.
Sebelumnya diberitakan, wilayah timur Papua Niugini diguncang gempa bermagnitudo 7,6 pada Minggu (11/9/2022).
Dilansir AFP, penduduk setempat melaporkan kerusakan bangunan dari kota pesisir Madang hingga ke arah pedalaman.
Survei Geologi AS (USGS) sempat mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa.
Namun peringatan tersebut kini telah dicabut dan telah berlalu.
Kendati demikian, USGS mencatat bahwa kemungkinan masih adanya “fluktuasi kecil” di permukaan di sejumlah wilayah pesisir.
Di beberapa wilayah, listrik pada dan bangunan dilaporkan rusak.
Guncangan juga terasa di sejumlah kota dekat pusat gempa hingga Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby.
Penduduk setempat di Lae dan Madang, yang paling dekat dengan pusat gempa, mengatakan kepada AFP bahwa guncangannya jauh lebih kuat daripada beberapa gempa yang terjadi sebelumnya.
“Sangat kuat, semuanya di laut seperti hanya mengambang,” kata Hivi Apokore, seorang pekerja di Jais Aben Resort dekat Madang.
USGS melaporkan, gempa di Papua Nugini terjadi pada kedalaman 61 Kilometer (Km), sekitar 67 Km dari Kota Kainantu.
AFP melaporkan, Papua Nugini terletak di Cincin Api Pasifik yang membuat negara tersebut kerap diguncang gempa bumi.
Peringatan Tsunami
Sebelumnya, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) mengumumkan perkiraan akan adanya gelombang tsunami.
PTWC menyebut informasi bahwa ada kemungkinan sedikit perubahan permukaan laut tetapi tidak ada kerusakan akibat tsunami. Kemungkinan tsunami besar mencapai Jepang dianggap rendah.
Kemungkinan tsunami di dekat pusat gempa juga terjadi. Jika tsunami terjadi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya?
Dikutip dari situs web National Oceanic and Atmospheric Administration, menurut PTWC, tsunami dapat mencapai negara/wilayah sebagai berikut:

  • Papua Nugini, Indonesia
  • Getaran di dekat pusat gempa dengan intensitas seismik 5 hingga 6 di Jepang
    Menurut Pusat Informasi Gempa Nasional Survei Geologi AS (USGS, NEIC), ada guncangan maksimum sekitar VIII pada skala intensitas seismik Mercalli yang direvisi di dekat pusat gempa.
    Meskipun perbandingan yang ketat tidak dapat dibuat, gempa dianggap setara dengan intensitas seismik 5 lebih rendah hingga 6 lebih rendah bila dikonversi ke skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga