Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Gelombang Tinggi Masih Mengancam, Ribuan Nelayan Pantura Menganggur

Nelayan beraktivitas di tepian Sungai Serang, Jepara, Jawa Tengah.

SEMARANG- Selain cuaca ekstrem di daratan, gelombang tinggi di perairan Laut Jawa di pantura Jawa Tengah juga menjadi ancaman serius. Ribuan nelayan masih memilih menganggur karena ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.

Dari pemantauan, Senin (30/1), ribuan nelayan di pantura Jawa Tengah mulai Brebes-Rembang masih memilih menganggur. Para nelayan seperti di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, dan Demak memilih kegiatan memperbaiki kapal dan jaring.

Harga berbagai hasil tangkapan laut seperti ikan, udang dan cumi-cumi melonjak di pasaran karena jumlahnya tidak banyak. “Menganggur dulu. Kami belum berani melaut karena cuaca buruk dan gelombang masih tinggi,” ujar Sunaryo (50), nelayan di Tambaklorok, Kota Semarang.

Selain itu, banyak kapal nelayan yang rusak, ungkap Sunaryo, akibat diterjang gelombang saat disandarkan di dermaga beberapa waktu lalu. Karenanya, para nelayan di kawasan ini memilih memperbaiki kapal.

“Setidaknya ada 17 kapal di sini rusak dihantam gelombang,” tambahnya.

Hal itu juga diungkapkan Sukarno (53), nelayan di Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Sejak gelombang tinggi terjadi beberapa pekan lalu, tidak ada nelayan yang berani melaut karena khawatir terjadi musibah. Apalagi kapal yang dimiliki berukuran kecil dan sedang dengan mengandalkan mesin ukuran beberapa PK.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang kembali mengeluarkan peringatan aktivitas di perairan pantura Jawa Tengah. Ini karena ketinggian gelombang di Laut Jawa mencapai 1,25-2,5 meter. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Retno Widyaningsih meminta warga beraktivitas di perairan tetap waspada. Gelombang tinggi masih menjadi ancaman hingga saat ini, terutama untuk nelayan dengan kapal ukuran kecil dan sedang. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media