International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Gelar Webinar Nasional, IKI Angkat Tema Tionghoa dan Kewarganegaraan

JAKARTA (IM)—IKI (Institut Kewarganegaraan Indonesia), Rabu (30/3) menggelar Webinar Nasional dengan tema Tionghoa dan Kewarganegaraan.

          Webinar nasional yang dipandu oleh P.H. Prasetyadji, pemerhati masalah Tionghoa dan pengamat sosial itu menghadirkan dua pembicara yaitu Azmi Abu Bakar (Pendiri Museum Peranakan Tionghoa) dan Eddy Setiawan (Peneliti Institut Kewarganegaraan Indonesia).

          Ketua Umum IKI Rikard Bagun dalam sambutan pembuka webinar mengatakan Tionghoa dan Kewarganegaraan yang menjadi topik webinar begitu menarik.

           “Topik ini menarik karena masalah pemahaman kewarganegaraan. Memang kita secara sosiologis kita berbeda indentitas, seperti suku, budaya dan sebagainya, tapi sebagai warga negara kita sama, tidak bisa dibeda-bedakan. Di mata hukum kita saudara dan punya hak serta kewajiban yang sama, sebagai warga negara kita setara kita satu yaitu Indonesia,” jelas Rikard Bagun.

          Azmi Abu Bakar, Pendiri Museum Peranakan Tionghoa, yang menjadi pemateri pertama banyak mengemukakan peranan warga etnis Tionghoa dalam perjuangan bangsa melawan penjajah, yang menurutnya, belum banyak dikemukakan dalam informasi perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

          “Peranan orang Tionghoa dalam perjuangan bangsa sama dengan etnis lainnya, berjuang secara fisik melawan penjajah Belanda maupun Jepang,” ujarnya.

          Pemaparan Azmi Abu Bakar tersebut diperkuat oleh Eddy Setiawan, Peneliti Institut Kewarganegaraan Indonesia, yang menjadi pemateri kedua.

          Selain bicara aspek legal kewarganegaraan masyarakat etnis Tionghoa, Edy juga mengemukakan kontribusi etnis Tiongghoa dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

          Webinar nasional tersebut diiikuti oleh sejumlah tokoh antara lain Murdaya Poo, Robert Nyo dan Albertus Pratomo atau yang biasa disapa Tomi serta tokoh Tionghoa lainnya. ***

Sukris Priatmo

Komentar