International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Gelar Kongres Nasional Pertama, PERKHIN Usung Tema Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Jaya, Damai di Dunia

Staf Ahli Kementerian PPPA Titi Eka Rahayu, Ketum MATAKIN Budi S Tanuwibowo dan Ketua PERKHIN Suryani befoto bersama peserta kongres.

JAKARTA—PERKHIN (Perempuan Khonghucu Indonesia) menggelar Kongres Nasional Pertama di Hariston Hotel & Suites, Jakarta, Minggu (23/10).

Kongres pertama yang mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Jaya, Damai di Dunia” ini menjadi catatan sejarah PERKHIN dalam kiprahnya membangun pemberdayaan bagi perempuan Khonghucu khusunya maupun perempuan Indonesia umumnya.

Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Bintang Puspayoga yang menyampaikan kata sambutan pembukaan secara virtual mengapresiasi penyelenggaraan kongres nasional PERKHIN tersebut.

Menurutnya perempuan Khonghucu Indonesia juga memiliki peran penting dalam pembangunan pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak Indonesia.

Staf Ahli Kementerian PPPA Titi Eka Rahayu menyerahkan tanda peserta kepada perwakilan peserta kongres.
Ketum MATAKIN Budi S Tanuwibowo.

Staf Ahli Kementerian PPPA Titi Eka Rahayu yang hadir di lokasi kongres, berharap hasil kongres nantinya akan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan pemberdayaan perempuan.

“Setelah kongres nantinya akan banyak kolaborasi antara Kementerian PPPA  dengan PERKHIN dalam rangka mewujudkan pemberdayaan perempuan secara utuh dan perlindungan perempuan dan anak,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Dewan Rohaniawan/Pengurus Pusat MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Budi S Tanuwibowo berpesan PERKHIN, organisasin perempuan yang harus mandiri dalam keluarga besar MATAKIN. Kemudian bisa melahirkan kepemimpinan yang solid dan bisa mengambil peran yang penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Saya yakin perempuan Khonghucu Indonesia adalag perempuan yang tangguh,” ucapnya.

Staf Ahli Kementerian PPPA Titi Eka Rahayu, Ketum MATAKIN Budi S Tanuwibowo dan Ketua PERKHIN Suryani befoto bersama perwakilan organisasi perempuan dari lintas agama, ormas dan LSM.

Sementara Ketua PERKHIN Suryani menyatakan bahwa organisasi perempuan Khonghucu Indonesia ini dituntut untuk bergerak cepat, mengejar segala ketertinggalan dalam meningkatkan kiprahnya bagi umat dan masyarakat umum lainnya.

“Harus berani menjadi organisasi perempuan yang mandiri untuk mendukung MATAKIN dalam mengembangkan Khonghucu Indonesia,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini Suryani mengutarakan tema yang diangkat dalam kongres nasional pertama yaitu “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Jaya, Damai di Dunia”.

“Tema ini diambil dengan harapan PERKHIN menjadi organisasi perempuan yang aktif dan mandiri dalam rangka memberdayakan kaum perempuan baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Pada pembukaan kongres nasional tersebut juga dihadiri berbagai perwakilan organisasi perempuan dari lintas agama, ormas dan LSM. ***

Sukris Priatmo

Komentar