Gelar Konferensi Pers Online, Konjen Zhu Xinglong Paparkan Pengentasan Kemiskinan di Tiongkok

Konjen Zhu Xinglong.

DENPASAR –Konsul Jenderal Tiongkok di Denpasar Zhu Xinglong Selasa (30/3) lalu menggelar konferensi pers daring untuk menjelaskan pencapaian pengentasan kemiskinan Tiongkok, hasil dari “Dua Sesi”, masalah terkait Xinjiang dan Hong Kong serta seratus tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok.

Ikut serta dalam konferensi pers tersebut antara lain wartawan Guoji Ribao dan China News Service, “Bali Post”, TVRI Bali, Kantor Berita Antara Cabang Bali, Tribun Bali, Suara NTB, “Kupang Post”, “Qiandao Daily” dan lebih dari 10 media massa Tiongkok dan Indonesia.

Konsul Jenderal Zhu Xinglong menjelaskan kemenangan menyeluruh Tiongkok dalam memerangi kemiskinan.

“25 Februari lalu, Tiongkok mengumumkan kepada dunia bahwa sebanyak 98,99 juta warga miskin pedesaan yang hidup dibawah standar saat ini telah terangkat dari kemiskinan. Begitu pula halnya dengan 832 kabupaten miskin. Juga sebanyak 128.000 desa miskin terdaftar juga telah terangkat kehidupannya. Sekaligus menyelesaikan tugas berat memberantas kemiskinan absolute,” ujar Zhu Xinglong.

Konjen Zhu Xinglong dan para wartawan dalam konferensi pers online.

Dia menambahkan, selama 40 tahun reformasi dan keterbukaan, sebanyak 770 juta orang miskin pedesaan di Tiongkok telah terangkat dari kemiskinan.

Pengurangan populasi warga miskin tersebut setara dengan lebih 70% pengurangan populasi warga miskin dunia pada periode yang sama. Mencapai tujuan pengentasan kemiskinan 10 tahun lebih cepat dari jadwal “Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB tahun 2030”.

Memberikan kontribusi bersejarah untuk pengentasan kemiskinan dan realisasi pembangunan damai di seluruh dunia. Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya pengentasan kemiskinan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.

Konjen Zhu Xinglong menyatakan “Two Session” Tiongkok yang berakhir belum lama ini telah mengirimkan sinyal positif perkembangan ekonomi Tiongkok kepada dunia. Pada tahun 2021, pertumbuhan PDB Tiongkok diperkirakan akan lebih dari 6%, Lebih dari 11 juta pekerjaan baru telah diciptakan di kota-kota besar dan kecil, pendapatan penduduk terus meningkat dengan stabil.

Rencana Lima Tahun Ke XIV untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional serta Garis Besar Tujuan Visi 2035 menekankan Tiongkok akan menerapkan konsep pembangunan baru dan Tiongkok akan menerapkan konsep pembangunan baru serta menerapkan jangkauan yang lebih luas, bidang yang lebih luas dan tingkat yang lebih dalam serta berpartisipasi lebih baik dalam kerja sama ekonomi internasional.

Hal ini diyakini akan memberikan peluang baru bagi kerja sama Tiongkok-Indonesia serta memberikan kontribusi baru bagi pemulihan dan perkembangan ekonomi dunia.

Konjen Zhu Xinglong menyatakan “Keputusan Kongres Rakyat Nasional tentang Peningkatan Sistem Pemilihan Daerah Administratif Khusus Hong Kong” yang disahkan pada Sesi Keempat Kongres Rakyat Nasional ke-13 telah meningkatkan sistem pemilihan Daerah Administratif Khusus Hong Kong di tingkat nasional.

Konjen Zhu Xinglong menjelaskan masalah “kerja paksa” di Xinjiang baru-baru ini yang digembar-gemborkan oleh media Barat.

Dia juga  menekankan tuduhan itu adalah kebohongan jahat yang dibuat oleh pasukan anti-Tiongkok dengan tujuan mendiskreditkan citra Tiongkok, merusak keamanan dan stabilitas Xinjiang serta menghalangi perkembangan Tiongkok.

Konjen Zhu Xinglong juga menegaskan prestasi dalam dan luar negeri Tiongkok tak terlepas dari kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok.

Tahun ini merupakan peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok. Selama 100 tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok telah memimpin rakyat Tiongkok mencapai lompatan bersejarah dari berdiri, menjadi kaya dan menjadi lebih kuat.

Ketika menjawab pertanyaan tentang hubungan Tiongkok-AS, Zhu Xinglong menyatakan sebagai dua negara besar dengan sistem sosial yang berbeda, maka perbedaan dan kontradiksi antara Tiongkok dan AS tidak dapat dihindari. Kuncinya adalah mengelola dan mengontrol secara efektif melalui komunikasi yang jujur.

 Tiongkok bersedia untuk melakukan komunikasi yang terbuka dan jujur ​​dengan AS. Dan berharap Amerika Serikat akan memandang Tiongkok serta hubungan Tiongkok dan AS secara obyektif dan rasional. Juga akan bekerja sama dengan Tiongkok sekaligus mendorong kerjasama dan saling percaya antara Tiongkok-AS.

Dalam kesempatan tersebut Konjen Zhu Xinglong juga menjawab pertanyaan dari wartawan tentang situasi pencegahan dan pengendalian epidemi dan vaksinasi Tiongkok.

Selain itu juga pengalaman pembangunan Tiongkok, interaksi daerah antara Tiongkok dan Indonesia serta pemulihan pariwisata di Bali. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp