Gara-gara Gagalkan Aksi Balap Liar, 2 Pemuda Rusak Mobil Patroli Polisi

Gara-gara aksi balap liar dibubarkan, duapemuda malah nekat rusak mobil patroli polisi.

MALANG – Gara-gara polisi menggagalkan aksi balap liar , dua pemuda di Malang malah nekat merusak mobil patroli polisi. Pelaku yakni MF (23) warga Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, dan DY (25), keduanya diamankan setelah melempar mobil patroli Polresta Malang Kota dengan menggunakan batu besar.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, kejadian pelemparan batu ke mobil patroli polisi ini berawal dari operasi balap liar yang dilakukan kepolisian, pada Minggu (7/3) sekitar pukul 01.15 WIB di Jalan Soekarno-Hatta.

“Saat itu kedua tersangka menaiki mobil Honda Brio nopol N 1741 KS. Mobil tersebut telah dimodif sedemikian rupa, di mana mesinnya telah diubah untuk spek balapan. Dan kedua tersangka ini mau melakukan aksi balapan liar di Jalan Soekarno Hatta,” ujar Leonardus kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Selasa (9/3).

Saat tengah melakukan patroli balap liar, kedua pemuda ini yang tengah menaiki mobil ini memainkan gasnya berulang-ulang.

“Jadi tersangka ini membleyerkan mobilnya, bermaksud untuk mencari lawan main balapan liar. Dan pada saat itu, kami sedang melakukan patroli balapan liar di wilayah tersebut. Akhirnya kami pun langsung mencegat mobil tersangka,” jelasnya.

Bukannya berhenti, mobil itu malah berjalan mundur dan menabrak bagian kanan depan mobil Toyota Avanza milik Pam Obvit Polresta Malang Kota.

Usai menabrak, mobil melaju ke depan dan langsung mengebut melarikan diri menuju ke rumah salah satu tersangkayang letaknya tak jauh dari Jalan Soekarno Hatta.

“Karena sakit hati balapan liarnya telah digagalkan polisi, kedua tersangka berganti pakaian dan berganti kendaraan. Kedua tersangka berboncengan menaiki Honda CB tanpa nomor polisi, sambil membawa dua batu batako,” tuturnya.

Saat berkeliling di sekitar Jalan Soekarno Hatta, kedua tersangka menemukan satu mobil Sabhara Polresta Malang Kota jenis Nissan Almera sedang melakukan patroli.

“Tersangka inisial MF atas perintah tersangka DY, melemparkan batu batako ke arah mobil patroli. Sehingga membuat kaca belakang mobil patroli pecah,” tambahnya.

Tidak puas merusak satu mobil polisi, kedua tersangka mencari keberadaan mobil polisi yang berpatroli. Kedua tersangka ini menuju satu mobil polisi lagi yang tak jauh dari pelemparan, dan menemukan satu mobil Sabhara Polresta Malang Kota jenis Nissa Almera lalu kembali melakukan pengerusakan.

“Tersangka melempar kembali batu batakonya ke arah kaca belakang mobil patroli. Namun meleset, dan hanya mengenai bodi belakang mobil,” ungkapnya.

Setelah melakukan pelemparan ke dua mobil patroli milik Polresta Malang Kota, para tersangka kabur dan pulang ke rumah masing-masing

Usai kejadian tersebut, anggota Satreskrim Polresta Malang Kota langsung melakukan penyelidikan, dengan mencari rekaman kamera CCTV dan keterangan saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Tak butuh lama, pada Minggu (7/3) pagi, kedua tersangka berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing.Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka terancam meringkuk di dalam penjara dalam waktu yang lama. “Kedua tersangka kami kenakan Pasal 170 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” katanya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp