International Media

Selasa, 4 Oktober 2022

Selasa, 4 Oktober 2022

Fantastis, PPATK Terima Laporan Investasi Ilegal, Totalnya Rp35 Triliun

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. (FOTO tangkapan layar Youtube DPR RI).

JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana menjelaskan perihal laporan dugaan investasi ilegal yang masuk ke pihaknya, termasuk kasus yang tengah ramai beberapa waktu belakangan. Totalnya mencapai hingga Rp35 triliun.

Hal itu diungkapkan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/4).

Perlu diketahui bahwa  PPATK memiliki kewenangan dalam melakukan penghentian sementara transaksi selama 20 hari kerja, dan dilanjutkan berkoordinasi serta melaporkan kepada penegak hukum terhadap transaksi mencurigakan dalam nominal besar terkait investasi yang diduga ilegal.

Setidaknya, PPATK telah menghentikan 275 transaksi yang diduga investasi ilegal senilai Rp502 miliar.

“Per 24 Maret 2022, PPATK telah melakukan penghentian sementara transaksi yang diduga berasal dari tindak pidana berupa investasi ilegal sebesar Rp 502 miliar dengan jumlah 275 transaksi,” ujar Ivan.

Ivan memaparkan, total laporan yang sudah dilaporkan kepada PPATK terkait investasi ilegal yang tengah marak beberapa waktu belakangan ini, jumlahnya lebih Rp 35 triliun.

“Total transaksi yang sudah dilaporkan kepada PPATK berjumlah lebih dari Rp35 triliun yang terkait kasus ilegal yang marak akhir-akhir ini,” ucapnya.

Sebagai informasi, baru-baru ini PPATK membantu pihak kepolisian melacak aliran dana yang diputar oleh tersangka affiliator binary Option, Indra Kenz. Transaksi tersebut sampai ke Kepulauan Karibia.

“Kita bisa tau juga bahkan bisa memblokir, bahkan kita baru mendapatkan satu transaksi di Kepulauan Karibia,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Wishnu saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/3) lalu.

Berkat kerjasama dengan PPATK memudahkan  pihak Kepolisian melacak aliran dana yang dikeluarkan oleh Indra Kenz. Akibatnya, transkasi tersebut telah diblokir oleh jajaran terkait.

“Kita bisa blokir untuk jangan dicairkan dulu berkat bantuan PPATK. Kami lagi dalami dan kerjasama dengan PPATK,” katanya. Seperti diketahui, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menahan Indra Kesuma alias Indra Kenz terkait kasus dugaan penipuan aplikasi Binomo. Penahanan dilakukan setelah status hukumnya naik dari saksi menjadi tersangka.***

Osmar Siahaan

Komentar