Erick Thohir: Produk Inka Diakui Dunia

JAKARTA  – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong agar perseroan meningkatkan daya saingnya di pasar internasional. Hal itu tak hanya memperkuat komitmen dan tujuan BUMN Go Global, namun juga menangkap peluang yang lebih besar atas jasa dan produk BUMN di pasar dunia.

Dalam kunjungan perdana ke perusahaan manufaktur kereta api dan transportasi terpadu pertama di Asia Tenggara tersebut, Erick berharap INKA  dapat menjadi lokomotif dalam memperkuat tujuan BUMN Go Global.

“Saya bangga dengan PT INKA. Dengan produk yang sudah digunakan di Asia, Afrika, dan Australia, menandakan produk nasional kita diakui dan mampu terserap pasar global. Apalagi jika PT INKA bisa bekerja sama dengan BUMN di pasar global. Hal itu akan menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri, sekaligus menciptakan efisiensi operasional,” ujar Erick dalam keterangan pers, Jumat (19/3).

Dalam dua tahun terakhir, INKA telah mampu mengekspor beragam jenis produk, seperti lokomotif, kereta penumpang, kereta rel listrik, kereta penggerak, gerbong barang, light rail transit, hingga trem bertenaga baterai yang sudah diuji coba sebagai moda alternatif mengatasi kemacetan di perkotaan transportasi perkotaan.

Dalam kunjungan selama dua jam,  Erick menyempatkan diri meninjau pabrik sekaligus kantor pusat INKA. Di lokasi yang berjarak 10 km dari pintu keluar tol Madiun tersebut, dia mendapat penjelasan mengenai sistem transportasi terpadu berbasis kereta api yang kini menjadi salah satu industri strategis kebanggan Indonesia.

“PT INKA diharapkan terus melakukan inovasi. Tak hanya inovasi produk, tapi juga inovasi bisnis dengan melakukan investasi atau akuisisi di luar negeri. Industri transportasi merupakan industri strategis jadi pasar dan peluang bisnisnya sangat besar,” kata Erick.

Saat ini INKA bersama PT LEN Industri (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sudah membangun Indonesia Railway Development Incorporated for Afrika di Kinshaha, Kongo dan Indonesia Railway Development Consortium bersama KAI (Persero), LEN, dan Waskita Karya (Persero). (Vitus)

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp