Empat Orang Pemalsu Surat Tes Covid-19 dan Kartu Vaksinasi Ditangkap Polisi

Empat tersangka pemalsu surat hasil pcr dan sertivikat vaksinasi (pakai baju tahanan orange).

JAKARTA –  Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap empat orang pemalsu surat tes Covid-19 dan Kartu Vaksinasi. Surat tes Covid-19 yang dipalsukan adalah untuk tes antigen maupun PCR.

Direktur Kriminal Umum Polda Megro Jaya Tubagus Ade menyatakan, empat orang tersebut tergabung dalam tiga kelompok yang berbeda.

 “Dalam perkara yang pertama ada tiga kelompok yang kita amankan,” ungkap Tubagus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/7).

Penangkapan dilakukan di tiga lokasi berbeda. Salah seorang pelaku masih di bawah umur. Sementara, ada satu orang pelaku yang masih diburu polisi.

“Ada satu yang DPO (daftar pencarian orang), kita sedang lakukan pengejaran di tiga TKP tersebut,” kata Yusri.

Tubagus menegaskan, praktik pemalsuan surat keterangan tes Covid-19 maupun kartu vaksinasi sangat berbahaya bagi masyarakat.

“Kalau dia positif kan nggak boleh kemana-mana, harus karantina. Nah, sekarang dikeluarkanlah surat ini, diperlakukanlah dia sebagai orang yang negatif. Sementara tidak melalui proses lab yang seharusnya diterbitkan,” kata Tubagus.

Tubagus menegaskan, polisi akan tetap memburu pelaku lain yang melakukan praktik serupa. Bahkan, warga yang menggunakan jasa ini juga akan ditindak.

“Yang menggunakan (jasa surat keterangan Covid-19 dan vaksinasi palsu) akan kami usut terusin karena tidak ada kesadaran sama sekali untuk menanggulangi bahaya penyebaran virus covid-19,” kata Yusri.

Sebagai informasi, pada Rabu (7/7) polisi menangkap seorang ria berinisial AOS (26) di di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh, karena memalsukan hasil tes PCR untuk dirinya, dari positif menjadi negatif.

AOS sebelumnya disebut bertugas sebagai petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Namun pihak PT Angkasa Pura II (persero) memastikan bahwa AOS bukanlah personel di bandara Soekarno – Hatta.

Kepada wartawan, Polda Aceh menyatakan bahwa AOS merupakan Avsec Bandara Soekarno-Hatta. Namun, Senior Manager of Branch Communicaton and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi, membantah bahwa AOS bukanlah petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta.

“Oknum tersebut bukan Avsec Bandara Soekarno-Hatta, dan tidak melakukan tugas pengamanan dan pelayanan terhadap penumpang pesawat, serta tidak bersinggungan langsung dengan penumpang, dan bahkan tidak bertugas di area gedung terminal penumpang,” papar Holik melalui rilis resmi, Jumat (9/7).

/ Holik melanjutkan, penemuan soal AOS yang bukan seorang petugas Avsec itu diketahui usai pihak Bandara Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan. Berdasar pemeriksaan mereka, AOS memang dipekerjakan oleh Bandara Soekarno-Hatta. Namun, yang bersangkutan bukan bekerja sebagai Avsec. Holik menyebut AOS sebagai petugas keamanan non-organik, dengan status kerja sebagai periode kerja waktu tertentu (PKWT).  Pelaku bekerja sebagai petugas keamanan di pergudangan regulated agent di area kargo Bandara Soekarno-Hatta.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp