International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Emmanuel Macron Kembali Terpilih Menjadi Presiden Prancis

Emmanuel Macron.

PARIS-Presiden petahana Perancis, Emmanuel Macron kembali terpilih sebagai presiden usai menang berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Perancis.

Macron mengalahkan politikus sayap kanan Marine Le Pen. Berdasarkan hasil hitung cepat pada Minggu (24/4) yang disiarkan di salah satu televisi Perancis, Macron unggul dengan 57,0-58,5 persen suara dibandingkan dengan Le Pen dengan 41,5-43,0 persen suara.

Perolehan suara tersebut terbilang tipis bila dibandingkan dengan Pilpres 2017 lalu di mana Macron mampu mengantongi 66% suara.

Hasil Pilpres kali ini juga turut direspons positif oleh para pemimpin Eropa setelah muncul kekhawatiran bila Le Pen terpilih akan membuat benua itu tanpa kemudi setelah Brexit dan kepergian kanselir Jerman Angela Merkel.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi menyebut kemenangan Macron sebagai berita bagus untuk seluruh Eropa. Sementara itu, Presiden Uni Eropa Charles Michel mengatakan, blok itu sekarang dapat mengandalkan Prancis selama lima tahun lagi.

Ketua komisi Ursula von der Leyen juga dengan cepat mengucapkan selamat kepada Macron dengan mengatakan bahwa dia senang dapat melanjutkan kerja sama kembali.

Dalam pidato agresifnya kepada para pendukung di Paris, Le Pen menerima hasilnya tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dari politik. Dia mengatakan tidak akan pernah meninggalkan Prancis dan sudah bersiap untuk pemilihan legislatif pada Juni nanti.

“Hasilnya mewakili kemenangan yang brilian,” katanya, seperti dikutip The Street Journal, Senin (25/4).

Sementara itu,Kemenangan Macron di luar Prancis, juga dipuji sebagai penangguhan hukuman untuk politik arus utama yang diguncang dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pemilihan Donald Trump 2016, dan kebangkitan generasi baru pemimpin nasionalis menjadi tantangan bagi negara itu.

“Bravo Emmanuel. Dalam periode yang bergejolak ini, kita membutuhkan Eropa yang solid dan Prancis yang benar-benar berkomitmen untuk Uni Eropa yang lebih berdaulat dan lebih strategis,” ujar Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Twitter.

“Pasar keuangan akan bernapas lega secara kolektif setelah kemenangan pemilihan Macron,” kata Kepala Strategi di Principal Global Investors Seema Shah.

Macron adalah presiden Prancis pertama yang memenangkan pemilihan kembali sejak Jacques Chirac pada 2002 setelah pendahulunya Nicolas Sarkozy dan Francois Hollande meninggalkan jabatannya setelah hanya satu masa jabatan.

Pria berusia 44 tahun itu membuat pidato kemenangan di Champ de Mars di pusat kota Paris di kaki Menara Eiffel di mana para pendukung yang mengibarkan bendera bersorak gembira ketika pengumuman hasil hitung cepat muncul pada pukul 20:00 waktu setempat.

“Saya tahu bahwa sejumlah orang Prancis telah memilih saya hari ini, bukan untuk mendukung ide-ide saya tetapi untuk menghentikan ide-ide sayap kanan,” katanya, seperti dikutip The Guardian.

Macron juga meminta kepada para pendukungnya untuk baik dan hormat kepada orang lain, karena negara terbelah oleh begitu banyak keraguan, begitu banyak perpecahan.

“Saya bukan kandidat dari satu kubu lagi, tetapi presiden kita semua,” tandasnya.

Sementara itu, Polisi menembak mati dua orang di Paris, Prancis. Selain itu, polisi juga terpaksa melukai orang ketiga. Insiden ini terjadi setelah sebuah mobil terus melaju di jembatan tertua di ibu kota Prancis.

Pertumpahan darah tersebut terjadi di Pont Neuf di pusat kota setelah terpilihnya kembali Emmanuel Macron sebagai Presiden pada Minggu malam waktu setempat.

“Sebuah mobil datang ke arah polisi setelah tengah malam, dan menolak untuk berhenti,” kata seorang sumber investigasi dilansir dari Mirror, Senin (25/4).

“Salah satu petugas polisi melepaskan tembakan, menewaskan dua orang dan melukai yang ketiga,” jelas dia.

Pada Senin dini hari, seorang hakim pemeriksa menghadiri tempat kejadian, yang ditutup untuk lalu lintas. Selain itu, unit investigasi IGNP yang menangani potensi kejahatan yang dilakukan oleh polisi juga hadir.

Polisi di tempat kejadian mengkonfirmasi bahwa orang yang terluka adalah seorang wanita yang tengah traveling dan berada di belakang mobil, peluru mengenai lengannya.***

Frans Gultom

Komentar

Baca juga