International Media

Kamis, 26 Mei 2022

Kamis, 26 Mei 2022

Ekonomi RI Tumbuh 5,01% di Kuartal I-2022

Kepala BPS Margo Yuwono.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 sebesar 5,01% secara year to year (yoy) atau dibandingkan kuartal I-2021. Sementara jika secara kuartalan (qtq) kontraksi 0,96%.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2022 bila dibandingkan kuartal IV 2021 tau qtq mengalami kontraksi 0,96%. Bila dibandingkan kuartal I 2021 atau yoy ekonomi Indonesia tumbuh 5,01%,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (9/5).

Menurutnya capaian itu tidak lepas dari aktivitas ekonomi masyarakat dan juga karena ekonomi RI di kuartal I-2021 minus 0,70%. “Tingginya angka ekonomi pada kuartal I 2022 ini selain karena aktivitas ekonomi masyarakat, juga karena ada low base effect pada kuartal I-2021, di mana kita tahu ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 itu terkontraksi 0,70%,” ujarnya.

BPS mencatat jika dilihat secara distribusi pertumbuhan PDB berdasarkan lapangan usaha sebesar 65,74% PDB di kuartal I-2022 berasal dari industri perdagangan, pertanian, pertambangan dan konstruksi.

Sementara sektor yang menjadi pendorong ekonomi kuartal I-2022 yang dominan antara lain industri pengolahan yang yang tumbuh 19,19%. Sumbangsih terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 1,06%.

“Kalau dilihat sebagai pengungkit tumbuhnya di industri pengolahan tumbuh di subsektor tekstil dan pakaian jadi 12,45%. Industri makanan minuman 3,75%,” tambahnya.

Kemudian diikuti industri kimia farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 4,67%. Lalu industri alat angkutan tumbuh 14,20%.

Jika dilihat dari sisi pengeluaran kontribusi terbesar terhadap PDB adalah dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Tercatat konsumsi rumah tangga tumbuh 4,34% dan PMTB tumbuh 4,09%. Keduanya berkontribusi 84,09%.

“Konsumsi RT ini tinggi 4,34% dan ini kalau dilihat penyebabnya selain mobilitas penduduk yang semakin baik dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Masyarakat sudah mulai konsumsi di sektor tersier seperti hotel, angkutan, restoran dan sebagainya,” terangnya.

Sedangkan PMTB tumbuh 4,09% jika dilihat pendukungnya peningkatan penjualan semen dalam negeri. Volume penjualan kendaraan barang modal baik domestik maupun impor juga meningkat. Kemudian untuk ekspor tumbuh 16,22%, konsumsi pemerintah tumbuh 7,74% dan impor tumbuh 15,03%.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan,  pertumbuhan 5,01 persen  ini mengungguli sejumlah negara seperti RRT dengan pertumbuhan 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,07 persen, lalu Amerika Serikat 4,29 persen dan Jerman 4,0 persen.

“Pertumbuhan perekonomian kita di kuartal pertama ini stabil hampir sama dengan kuartal IV 2021 yaitu 5,01 persen. Dari segi pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan 3,6-4,5 persen, Namun berbagai lembaga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5-5,4 persen,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang disaksikan secara daring, Senin (9/5).

Kinerja menggembirakan perekonomian Indonesia tersebut turut diikuti oleh jumlah angkatan kerja yang sebesar 4,2 juta orang dengan tambahan pekerja sebesar 4,56 juta orang, sehingga hampir seluruh yang masuk lapangan kerja bisa diserap.

“Pekerja penuh waktu yaitu 88,42 juta orang atau naik 4,28 juta orang. Jadi kenaikan pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari jumlah tenaga kerja yang tercipta semakin meningkat,”  kata Airlangga.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga