Efektif Tekan Peningkatan Kasus Covid-19, PPKM Mikro Tangerang Raya Diperpanjang

Gubernur Banten, Wahidin Halim smenggelar Rapat Koordinasi pelaksanaan PPKM di Tangerang Raya.

SERANG (IM)- Gubernur Banten, Wahidin Halim bersama tiga kepala daerah se-Tangerang Raya resmi memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro yang dijalankan oleh wilayah Tangerang Raya hingga 22 Maret 2021 mendatang.

Hal ini lantaran PPKM Mikro yang dijalankan selama ini berhasil menekan laju penyebaran kasus Covid-19 di wilayah Tangerang Raya. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Banten, Wahidin Halim usai melakukan rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro yang diberlakukan di Tangerang Raya, Rabu (10/3).

“PPKM Mikro yang dijalankan di Tangerang Raya ini cukup efektif karena polisi dan TNI punya (program) Kampung Tangguh. Jadi instrumen di PPKM mikro itu sudah ada, yakni Kampung Tangguh. Dan ini tentunya kami usahakan PPKM lebih efektif lagi, agar selesai penyebaran Covid-19-nya,” ungkap Gubernur Banten.

Senada dengan Gubernur, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran dan Danrem 052 Wijayakrama Brigjen TNI Purwito Hadi menyambut baik perpanjangan PPKM Mikro yang akan dijalankan di wilayah Tangerang Raya hingga 22 Maret 2021 mendatang. Anggota Polri dan TNI akan mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM di masing-masing wilayah di Tangerang raya.

“TNI-Polri (mendukung PPKM mikro) agar kasus aktif (Covid-19) turun dan kita bisa mengendalikan dan mengontrol kasus aktif,” tegas Irjen Pol Fadil Imran.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menegaskan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro yang diperpanjang masa berlakunya ini akan terus mengedepankan penegakan disiplin protokoler kesehatan bagi masyarakat. Selain itu program vaksinasi Covid-19 yang kini tengah gencar dijalankan akan terus dilakukan untuk bisa memberikan rasa aman di era pandemi.

“Meski PPKM Mikro diperpanjang, namun ekonomi masyarakat di Kota Tangerang harus tetap berjalan. Dengan catatan, protokol kesehatan harus dijaga ketat. Dalam perpanjangan ini nggak ada aktivitas yang dilarang, dan tetap dibolehkan, cuma lebih dikendalikan. Jadi, protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan,” tutur Arief.

“Kita pastinya akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder mulai dari ketua RT/RW, kepala desa/lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tim PKK, Posyandu, dan Dasawisma. Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, karang taruna, serta tenaga kesehatan juga dilibatkan dalam koordinasi antar unsur tersebut. Harapannya masalah pandemi ini bisa segera kita atasi,” tandasnya. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp