International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

E-Retribusi dan QRIS Jaga Pasar Rakyat dan Sektor Perdagangan

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

JAKARTA – Wakil  Menteri  Perdagangan  Jerry  Sambuaga  menegaskan, pemerintah memberikan   atensi   lebih   terhadap pasar   rakyat   dan   pedagang   pasar   rakyat   guna   menjaga pertumbuhan   ekonomi   nasional   selama   pandemi   Covid-19.

Hal   itu   diwujudkan Kementerian Perdagangan melalui program digitalisasi  pasar  rakyat  dengan menerapkan pembayaran  retribusi secara nontunai atau digital (e-retribusi). Dengan  demikian,  pasar  rakyat  dapat  tetap  beroperasi  dan menggerakkan  sektor  perdagangan.

Hal ini ditegaskan Jerry dalam   peluncuran   pembayaran   retribusi   digital   di   Pasar   Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. “Penggunaan e-retribusi dipandang sebagai jawaban atas transaksi pembayaran digital yang semakin masif.  Saat  ini,  telah  banyak  penyedia  layanan  pembayaran  digital  yang  bisa  digunakan.  Selain  itu,e-retribusi juga dapat menjadikan kegiatan pembayaran retribusi semakin efektif dan efisien,” ungkap Jerry seperti dilansir dari laman Kemendag, Selasa (19/4).

Jerry mengatakan, Kementerian  Perdagangan  mendorong  para  pedagang  dan  pengelola pasar rakyat untuk  melakukan  digitalisasi  pasar. Caranya  dengan melakukan transaksi  secara  daring, baik  melalui  platform  media  sosial,  loka pasar (marketplace), maupun  transaksi  jual  beli  secara nontunai  menggunakan Quick  Response  Code  Indonesian  Standard   (QRIS).

Hadirnya  pembayaran retribusi  secara  digital  menjadi  sangat  penting  karena  dapat  menjadi  alat  pembayaran  yang  sesuai dengan protokol kesehatan dalam rangka membantu mengurangi transaksi secara uang langsung atau tunai.

Jerry juga menekankan pentingnya digitalisasi pasar, terutama retribusi, bahwa digitalisasi dapat membuka jangkauan pasar atau pembeli yang jauh lebih luas. Produktivitas penjualan melalui daring bisa   mencapai   dua   kali lipat  dari  penjualan   luring. “Penerapan  digitalisasi  bisa  meningkatkan produktivitas  tanpa  harus  meninggalkan  lapak  dagangan.  Selain  itu,  semua  transaksi  tercatat  dan tersimpan dengan baik,” ujar Jerry.

Kementerian  Perdagangan  sendiri  menargetkan  1 juta  UMKM  dan  1.000  pasar  rakyat  untuk terdigitalisasi pada 2022. Data Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri menyebutkan,486 dari 3.705 pasar rakyat telah terdigitalisasi pada 2021. Sejumlah 328 pasar telah menerapkan e-retribusi, 114   pasar   menerapkan perdagangan   melalui   sistem   elektronik(e-commerce),   dan   54 pasar menerapkan pembayaran melalui sistem elektronik(e-payment).

Jerry menyampaikan, pembangunan atau revitalisasi pasar yang terdigitalisasi  di  seluruh provinsi  hingga  pelosok  Indonesia  adalah  salah  satu  prioritas  utama  Kementerian Perdagangan. Hal  itu  memerlukan kerja  sama  semua  pihak,  khususnya  untuk  membangun  infrastruktur  digital yang mumpuni.

”Kementerian  Perdagangan  juga  telah  melakukan  inisiasi  untuk  membuat  nota  kesepahaman  (MoU) dengan aplikasi digital dan lokapasar guna membantu para pedagang berjualan secara daring, antara lain dengan Grab dan Tokopedia. Saat ini, sudah bergabungdelapan pasar yang menerapkan digitalisasi dengan Tokopedia. Delapan pasar tersebut yaitu Pasar Sabilulungan Kab Bandung, Pasar Cihapit Kota Bandung, Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Pasar AnyarKota Tangerang, Pasar Kampung Baru Kota Makassar, Pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar, Pasar Badung Kota Denpasar, dan Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga