Duterte Perintahkan Tangkap Orang yang Pakai Masker Asal-asalan

MANILA(IM)-

MANILA(IM)- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan polisi untuk menangkap siapa saja yang tidak memakai masker dengan benar, termasuk yang memakainya di bawah hidung. Perintah ini dikeluarkan saat Filipina tengah memerangi lonjakan kasus virus Corona (Covid -19) di wilayahnya.
Seperti dilansir AFP, Jumat (7/5), perintah ini disampaikan Duterte setelah menggelar rapat dengan satuan tugas Covid -19 pekan ini. Namun dalam video yang dirilis Rabu (5/5) malam waktu setempat, tampak Duterte tidak memakai masker dalam rapat tersebut, padahal seluruh jajaran pejabat yang hadir bermasker.
Ribuan orang di Filipina dihukum karena melanggar aturan Corona sejak akhir Maret lalu, saat pembatasan diperketat di wilayah Manila dan sekitarnya usai tercatat lonjakan kasus.
Menteri Kehakiman dan Kepala Kepolisian Filipina mendorong aparat untuk menghukum denda atau mewajibkan para pelanggar melakukan pelayanan masyarakat daripada menangkap mereka. Hal itu disampaikan setelah seorang pria tewas usai dihukum berjongkok seratus kali karena melanggar jam malam.
Namun Duterte dalam arahan terbaru menyatakan polisi harus menindak tegas para pelanggar aturan dan menangkap orang-orang yang tidak memakai masker dengan benar — termasuk mereka yang membiarkan hidungnya tidak tertutup masker.
“Perintah saya kepada polisi adalah orang-orang yang tidak memakai masker dengan benar … tangkap mereka dan tahan mereka, selidiki mengapa mereka melakukan itu,” cetus Duterte.
“Ini bukan untuk saya, ini bukan untuk kita. Ini untuk kepentingan negara agar Anda tidak akan menularkan dan Anda tidak akan tertular,” imbuhnya.
Tahun lalu, Duterte meminta pasukan keamanan untuk menembak mati siapa saja yang memicu ‘masalah’ di area-area yang berada di bawah lockdown. Seruan itu memicu kecaman dari kelompok-kelompok HAM.
Dalam pernyataan terpisah pada Kamis (6/5) waktu setempat, juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, mengonfirmasi bahwa para pelanggar akan ditahan hingga maksimum 12 jam tanpa dakwaan.
Kelompok HAM setempat, Karapatan, mengecam arahan terbaru Duterte dengan menyebutnya ‘sangat tidak ilmiah dan tidak efektif’. Arahan Duterte itu juga disebut sebagai ‘penggunaan kekuatan yang tidak proporsional’.
Polisi dan tentara memainkan peranan penting dalam penanganan pandemi Corona di Filipina, dengan mendirikan pos pemeriksaan dan ribuan personel dikerahkan untuk menegakkan perintah tetap di rumah. Filipina sejauh ini mencatat lebih dari 1 juta kasus Corona di wilayahnya.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp