Duel PSG Kontra Manchester City Dipastikan Seru

Pemain PSG siap menghadapi Manchester City. (Foto: ist)

PARIS – Laga seru bakal tersaji di semifinal Liga Champions, mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) kontra  Manchester City. Leg pertama berlangsung di Parc des Princes, Kamis (29/4) dinihari WIB.

Laga nanti juga menyajikan duel adu taktik antara Mauricio Pochettino dengan Pep Guardiola. 

Pochettino saat ini menangani PSG usai mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas Tuchel pada Januari lalu. Sementara, Guardiola sudah lama menakhodai The Citizens.

Pochettino jelas sudah tahu betul kemampuan Guardiola dalam meracik taktik. Pria 50 tahun ini adalah sosok yang paling sering dihadapi Pochettino sepanjang karier kepelatihannya.

Dikutip dari Transfermarkt, Pochettino sudah menjalani 18 laga berduel taktik dengan Guardiola. Pertemuan keduanya dimulai sejak Derby Catalunya saat Pochettino menukangi Espanyol sedangkan Guardiola membesut Barcelona .Persaingan keduanya berlanjut ke Liga Inggris, kala Pochettino pindah ke Tottenham Hotspur dan Guardiola ke Man City.

Selain itu, keduanya juga merupakan murid dari manajer Leeds United, Marcelo Bielsa. Bielsa merupakan sosok yang menemukan bakat dari Pochettino di usia 13 tahun saat masih di Newell’s Old Boy.

Sementara, Guardiola begitu mengidolai Bielsa. Saat bermain di klub Meksiko, Dorados, pada medio 2005-2006, Guardiola rela terbang ke Argentina demi berguru ke pria berjuluk El Loco ini. Pengaruh Bielsa membuat Pochettino dan Guardiola sama-sama mengusung permainan menyerang.

Namun jika menilik dari catatan pertemuan keduanya, Guardiola unggul jauh dari Pochettino. Guardiola kerap menjadi mimpi buruk pelatih 49 tahun ini.

Pochettino hanya tiga kali meraih kemenangan saat berjumpa dengan Guardiola. Lima laga berakhir imbang sedangkan 10 laga sisanya menjadi milik manajer asal Spanyol ini.

Pochettino jelas punya misi untuk memperbaiki rekornya kala berhadapan dengan Guardiola saat PSG melawan City nanti. 

Hanya saja jelang laga nanti,

Pochettino dipusingkan dengan kondisi Kylian Mbappe yang mengalami cedera. Sang pemain dilanda cedera saat PSG menggilas Metz dengan skor 3-1 di partai Ligue 1 akhir pekan lalu.

Saat itu, penyerang 22 itu mencetak dua gol untuk membantu timnya menempati posisi teratas di puncak klasemen Liga Prancis untuk sementara.

Namun, di menit ke-87 pertandingan lawan Metz itu Mbappe tampak terpincang-pincang akibat mengalami cedera paha. Tempatnya di lapangan pada saat itu pun digantikan oleh Julian Draxler.

“Kami berharap (cedera) itu tidak terlalu serius. Kylian terlihat tenang saat ia ditarik keluar, tapi cedera sekecil apapun tetap terasa sakit,” kata  Pochettino, seperti dilansir talkSPORT, Senin (26/4).

Mbappe memang menjadi mesin gol PSG, selain tentunya Neymar. Mbappe sudah bikin 37 gol dari 42 laga di seluruh ajang bersama PSG.

“Tim sangat membutuhkan Mbappe guna melawan Manchester City. Saya berharap kondisinya pulih. Namun semuanya tergantung kondisinya. Yang jelas, kami sudah siap melawan City,” kata pelatih asal Argentina tersebut.

Sementara, manajer Manchester City, Pep Guardiola mengatakan, PSG bukan hanya Neymar dan Kylian Mbappe. PSG punya banyak pemain berkualitas.

Guardiola juga sadar betapa berbahayanya PSG. PSG pada babak perempatfinal berhasil menyingkirkan juara bertahan Bayern Munich berkat keunggulan agresivitas gol tandang setelah agregat sama kuat 3-3. Sebelumnya mereka juga menyingkirkan Barcelona.

Guardiola berupaya mempelajari gaya main PSG dengan menganalisa beberapa laga terakhir klub kota Paris tersebut. 

“Kualitas yang mereka miliki, tidak hanya Neymar dan (Kylian) Mbappe. Masih ada (Angel) Di Maria, (Julian) Draxler, (Leandro) Paredes , (Marco) Verratti. Saat mereka bermain, mereka memperlihatkan kepribadian yang mereka miliki. Mereka sangat terorganisir dari belakang, tetapi ini adalah semifinal Liga Champions, jika Anda bermain melawan Chelsea, Madrid, atau tim lain itu pasti tetap sulit,” kata Guardiola dikutip dari situs resmi Manchester City.

Meski demikian, Guardiola mengungkapkan bahwa Man City takkan bermain berhati-hati di laga nanti. Mereka bakal tetap tampil menyerang seperti biasanya.

“Hampir tidak mungkin untuk meredam mereka selama 90 menit penuh. Kami harus berusaha menyelesaikan analisa untuk tim ini. Kami hanya berusaha untuk menunjukkan siapa kami. Itu yang akan kami lakukan,” ujar Guardiola.

Laga nanti dipastikan berjalan seru dan ketat. Kedua tim ingin melenggang ke babak puncak dan meraih trofi bergengsi di dataran Eropa tersebut.

Kedua tim juga belum pernah meraih trofi Liga Champions. Jadi bisa dipastikan ambisi PSG dan City sangat tinggi. ***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp