Dubes Djauhari Oratmangun Kembali Kunjungi Fujian

Dubes Djauhari Oratmangun meninjau Fuqing Image Center di Fuqing.

FUJIAN–Dubes Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun beberapa hari lalu kembali mengunjungi Provinsi Fujian. Dia meninjau China International Cross-Border E-Commerce Trade Fair.

Dan pada  Rabu (17/3) lalu, Dubes Djauhari berpartisipasi dalam Economic and Trade Symposium antara KBRI Tiongkok dan pengusaha Fujian yang diselenggarakan Kantor Urusan Luar Negeri Fujian dan Departemen Perdagangan Provinsi Fujian.

          Dubes Djauhari Oratmangun mengunjungi Fujian untuk kedua kalinya bulan ini setelah mengunjungi Fujian pekan lalu berkunjung untuk meninjau progres  proyek “Two-Countries, Twin-Park”.

Full-time Vice President Asosiasi Persahabatan Luar Negeri Fujian Luo Guansheng menyatakan ia meyakini ekonomi perdagangan Fujian dan Indonesia akan merealisasikan integrasi sepenuhnya dan kerjasama kedua belah pihak akan meraih hasil yang baik.

Dubes Djauhari Oratmangun menggelar Economic and Trade Symposium antara KBRI Tiongkok dengan perusahaan Provinsi Fujian (Kantor Urusan Luar Negeri Fujian).

          Dubes Djauhari berpandangan potensi kerjasama bidang ekonomi perdagangan dan investasi Indonesia dan Fujian amat besar. Indonesia memiliki sumber daya laut yang paling melimpah di dunia.

Dia berharap paska berakhirnya epidemi, Provinsi Fujian akan mengoranisir rombongan perusahaan yang akan mengunjungi Indonesia yang akan berkunjung dan berinvestasi.

          Wakil Gubernur Provinsi Fujian Guo Ningning dalam pertemuan dengan Dubes Djauhari Oratmangun dan rombongannya di Fuzhou, menyatakan bahwa Fujian dan Indonesia memiliki akar yang mendalam dan hubungan yang erat. Khususnya hubungan kerjasama yang bermanfaat antara Fujian dan Jawa Tengah di bidang infrastruktur, ekonomi, perdagangan, budaya dan pendidikan.

“Kami berharap dapat berperan aktif bersama standar inspeksi bersama, mendorong kemudahan pengurusan bea cukai serta mendorong perusahaan Tiongkok untuk “membawa masuk dan pergi keluar” untuk membangun proyek “Two-Countries, Twin-Park” Tiongkok-Indonesia untuk menjadi penghubung antara industri kedua negara,” ujar Guo Ningning.

          Menurut informasi, Provinsi Fujian akan terus mendorong proyek “Two-Countries, Twin-Park” Tiongkok-Indonesia yang ditandatangani Januari 2021 lalu. Sekaligus menciptakannya menjadi operator dan platform baru kerja sama terbuka Provinsi Fujian.

          China Industrial Zone pada proyek “Two-Countries, Twin-Park” telah membuat progres positif dalam hal rencana menyeluruh, peninjauan kebijakan, pemilihan lokasi, promosi bisnis dan lainnya.

          Yuanhong Park Prosecutor’s Office dari Fuqing City Procuratorate’s “Two-Country, Double Park” diresmikan tanggal 18 lalu.

Kantor kejaksaan ini akan melindungi produksi industri makanan di kawasan industri tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku, mendukung lembaga administratif untuk menghukum pelanggaran dalam ekonomi digital, meningkatkan riset tentang pemberlakuan hukum di industri pelabuhan, melindungi perusahaan swasta serta hak dan kepentingan hukum orang Tionghoa perantauan, membahas pembentukan mekanisme penanganan terpadu untuk kasus peradilan di kawasan industri, serta membangun mekanisme koordinasi dan keterkaitan serta aspek lainnya. Berupaya membangun mekanisme jangka panjang yang melayani dan menjamin pembangunan “Two-Countries, Twin-Park” .

          Dalam konteks epidemi global, volume perdagangan Indonesia-Fujian masih meningkat 8,3% di tahun 2020 lalu. Dubes Djauhari Oratmangun meyakini integrasi ekonomi dan perdagangan yang mendalam dari kedua daerah tersebut pasti akan berjalan lebih jauh setelah peluncuran proyek “Two-Countries, Twin-Park” . idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp