International Media

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 19 Mei 2022

Dua Prajurit TNI Gugur dan 6 Luka-luka Ditembak KKB Pimpinan Egianus Kagoya

JAKARTA (IM) – Satu prajurit TNI Marinir kembali dinyatakan gugur pasca-serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada Sabtu (26/3).

“Prajurit TNI Pos Marinir Perikanan Quari Bawah di Distrik Kenyam, Kab. Nduga yang diserang dan ditembak oleh gerombolan Kelompok Separatis Teroris (KST) pada hari Sabtu

kemarin, bertambah yang meninggal dunia 1 orang atas nama Alm Pratu Mar Wilson Anderson pada hari Minggu dini hari,” kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, dalam keterangannya, Minggu (27/3).

Dengan demikian, sudah ada dua prajurit Marinir yang gugur dalam bertugas. Yakni, Alm Letda Mar Moh. Iqbal dan Alm Pratu Mar Wilson Anderson.

Candra menjelaskan, nayawa Pratu Mar Wilson Anderson tidak tertolong meski sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Almarhum Pratu Mar Wilson sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis dari Dokter Satgas, namun tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Candra.

Candra mengungkapkan proses evakuasi personel tersebut telah dilakukan pada hari ini dengan menggunakan menggunakan Helikopter milik TNI AU.

“Kedua korban yang meninggal dunia saat ini telah berada di RSUD Mimika untuk dilaksanakan Pemulasaran. Kemudian korban 6 orang luka-luka Serda RF, BP, EES, Pratu ASA, Prada ADP, dan LH langsung dirawat di IRD RSUD Kab. Mimika, sedangkan 2 orang yang luka ringan Pratu RS dan DS masih berada di Kenyam Kab. Nduga,” papar Candra.

Lebih lanjut dikatakan Wakapendam, pada hari Senin (28/3) akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah, dilanjutkan dengan pemberangkatan ke rumah duka menggunakan pesawat udara ke Makassar menuju Kendari.

“Untuk Alm Pratu Wilson Anderson, juga direncanakan pada hari Senin (28/3) akan dilaksanakan upacara
pelepasan jenazah dan diberangkatkan ke rumah duka menggunakan pesawat udara transit di Makassar-Surabaya, kemudian menuju di Kupang,” ucap Candra.

“Mohon doanya dari semua pihak, agar Prajurit TNI korban dari kekejaman KST dapat segera tertolong
dan dapat bertugas kembali mengemban tugas negara,” imbuh Candra mengakhiri.

Berdasarkan informasi yang didapat penyerangan tersebut terjadi sekira pukul 17.50 Wit, aksi kontak tembak antara Satgas Mupe Marinir dengan KKB Ndugama di Kampung Kuware Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

Pada pukul 18.45 Wit, kembali terdengar suara letusan senjata sebanyak 2 kali dari ujung Bandara Kenyam. Lalu, kontak tembak terjadi sekitar 1 jam yang hingga saat ini seluruh aparat keamanan
masih melaksanakan kegiatan siaga untuk mengantisipasi aksi susulan.

Oleh karena itu, seluruh jajaran Korem dan Kolakopsrem 172/PWY diminta agar selalu waspada, jangan terlena dengan situasi aman. Dansatgas selalu cek dan yakinkan jajarannya dalam keadaan waspada penuh.

Lakukan komsos agar dapat mengetahui indikator pos akan diserang dan sentimen yang sedang bergulir di masyarakat, khususnya di dalam lingkungan Pok KST, dan selalu curiga dengan apa yang terjadi di sekitar pos, antisipasi segala kemungkinan dengan mempelajari 5 aspek medan. han

Chenabbas

Komentar

Baca juga