International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Dua Pengedar Ditangkap BNNP Jambi dengan Barang Bukti 1.001 Pil Ekstasi

Kepala BNNP Jambi Brigjen Wisnu Handoko.

JAMBI – Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi menangkap dua pengedar narkoba jaringan antar provinsi. Keduanya ditangkap di kawasan Merlung, Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung (Tanjab) Barat, Jambi.

Tidak hanya menangkap tersangka bernama Nanda bersama seorang kurir wanita bernama Fadila, petugas mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 1.001 butir pil ekstasi.

Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Wisnu Handoko mengatakan, kedua tersangka merupakan jaringan lama yang sudah menjadi target operasi selama ini.

“Jaringan ini cukup besar antar provinsi. Mereka memasok barang haramnya dari wilayah Pekanbaru, menuju Jambi dan Lampung,” ucapnya, Selasa (20/9).

Terungkapnya aksi kedua pengedar barang haram ini berkat informasi dari masyarakat soal adanya pengiriman narkoba jenis ekstasi dari Pekanbaru ke Jambi.

Mendapatkan informasi tersebut, tim Berantas BNNP Jambi bergerak diperbatasan Jambi-Pekanbaru.

Selanjutnya, petugas mencurigai sebuah mobil jenis Daihatsu yang melintas dan berhenti di sebuah rumah kosong di kawasan Merlung.

Saat digerebek petugas, dua orang tersebut tidak berkutik. Sedangkan seseorang lagi yang diduga penerima atau pembeli ekstasi tersebut berhasil kabur melarikan diri lewat pintu belakang.

“Setelah digeledah, petugas menemukan bungkusan hitam yang setelah diperiksa terdapat narkotika jenis ekstasi. Setelah dihitung berisi 1.001 butir pil ekstasi jenis baru warna hijau berlogo G,” tegas Wisnu.

Kepada petugas, Fadila mengaku diupah Rp8 juta setiap kali berhasil meloloskan narkoba. “Untuk kurir wanita ini diupah Rp8 juta per paket setiap kali berhasil mengantarkannya,” katanya.

Bukan hanya itu, saat proses pemeriksaan keduanya juga dinyatakan positif saat uji lab.

“Dari hasil tes urine, keduanya dinyatakan positif semua. Kedua tersangka bukanlah warga Jambi. Mereka berdua berasal dari Pekanbaru, Riau,” ujarnya.

Bila dihitung secara ekonomis, 1.001 butir pil ekstasi tersebut diperkirakan bernilai Rp5 miliar. “Saat ini, kedua tersangka ditahan di sel tahanan BNNP Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kita juga masih mengejar pelaku yang melarikan diri saat penggrebekan yang kini jadi DPO,” ujar Wisnu. ***

Osmar Siahaan

Komentar