Dua Hari Setelah Divaksin, Perdana Menteri Pakistan Khan Positif Covid-9

ISLAMABAD(IM) – Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan dites positif Covid-19 dua hari setelah menerima dosis vaksin pertamanya.
Khan menyeru warga tetap menjalani vaksinasi. Peluncuran vaksinasi Pakistan ditanggapi dengan keraguan luas tentang vaksin.
“Tes positif Khan dapat menjadi kemunduran bagi upaya imunisasi massal di negara berpenduduk 220 juta orang itu,” ungkap para ahli kesehatan.
“Khan, 68, mengisolasi diri sendiri di rumah,” ungkap Menteri Kesehatan Pakistan Faisal Sultan, dalam tweet.
Seorang ajudan dekat mengatakan Khan mengalami batuk ringan dan demam.
Ajudan senior menekankan Khan kemungkinan telah terinfeksi sebelum dia divaksinasi pada Kamis lalu.
Meskipun tidak jelas vaksin mana yang diberikan perdana menteri, vaksin yang diproduksi Tiongkok National Pharmaceutical Group (Sinopharm) adalah satu-satunya yang tersedia di Pakistan.
“Khan menyatakan keprihatinan setelah hasil tes positifnya dapat menghalangi orang biasa untuk divaksinasi,” papar penasihatnya Shahbaz Gill kepada televisi lokal.
Dia mengatakan Khan mengalami gejala ringan. Khan saat menghadiri pertemuan rutin seringkali tanpa mengenakan memakai masker.
Asad Umar, menteri yang bertanggung jawab atas operasi melawan Covid-19 di Pakistan, mengatakan dalam tweet, “Yakin bahwa PM telah terinfeksi sebelum vaksinasi.”
“Jadi mohon lakukan vaksinasi,” ungkap Umar.
Pejabat pemerintah lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters bahwa Khan mengatakan kepadanya pada Jumat bahwa dia demam setelah disuntik.
Keragu-raguan pada vaksin adalah hal biasa di Pakistan, satu dari dua negara di dunia yang masih memiliki wabah polio karena penolakan meluas pada imunisasi.
Awal bulan ini, jajak pendapat menunjukkan keraguan terhadap vaksinasi Covid-19 juga tinggi di antara petugas kesehatan, terutama terkait vaksin Tiongkok.
Tes positif Khan datang ketika Pakistan melihat peningkatan tajam dalam infeksi.
Menurut angka yang dikeluarkan pemerintah, 3.876 orang dinyatakan positif dalam 24 jam terakhir, jumlah infeksi harian tertinggi sejak awal Juli.
Dengan demikian, jumlah total infeksi di negara itu melampaui 620.000 orang.
Ada juga 42 kematian lagi, sehingga total menjadi 13.799 kematian.

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp