DPR Minta WN India Diisolasi di Pulau Khusus

IIlustrasi

JAKARTA  Sekitar 127 Warga Negara Asing (WNA) asal India masuk ke Indonesia pada Kamis (22/4) kemarin. Sementara, kasus Covid-19 di India tengah melonjak signifikan, di mana kasus hariannya mencapai 300 ribu. Jumlah ini memecah rekor kasus harian terbanyak sejak pandemi Covid-19.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena meminta, agar kedatangan WN India ini perlu ditanggapi secara serius oleh berbagai otoritas di Tanah Air. Jangan sampai eksodus WN India ini menyebabkan lonjakan kasus positif di Tanah Air.

“Terkait kedatangan WN India perlu antisipasi dan respon serius Kemenlu, Dirjen imigrasi dan KKP Kemenkes dan satgas penanganan covid 19 untuk mencegah penyebaran pandemi dari WN India,” kata Melki kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Politikus Partai Golkar ini menyarankan, agar WN India ini diisolasi terlebih dahulu di pulau khusus. Mereka harus menjalani masa karantina dan harus dipastikan bebas Covid-19 sebelum diizinkan beraktivitas normal di Indonesia.

“Sebaiknya isolasi di pulau tersendiri, lebih baik buat mereka dan buat petugas kita sehingga setelah melewati masa karantina dua sampai tiga minggu dan dinyatakan sehat baru aktivitas normal di Tanah Air,” ujar legislator Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) I itu.

Sementara Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta membantah kabar tersebut. Diketahui WN India yang datang sebanyak 117 orang, bukan 135 orang.

Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto mengatakan,  mereka datang menumpang pesawat AirAsia QZ988 pada Rabu (21/4) malam. Pesawat itu membawa 127 penumpang dan kru, dan 117 di antaranya WN India. Mereka juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta.

“Mereka langsung diperiksa oleh petugas KKP dengan pemeriksaan PCR Swab. Jika dinyatakan sehat dan tidak terjangkit Covid-19, mereka langsung menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian,” ujar Romi pada Jumat (23/4).

Berdasarkan pemeriksaan di loket imigrasi, diketahui 117 warga India tersebut memenuhi syarat masuk Indonesia. Mereka memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap). Selanjutnya, mereka dibawa ke hotel untuk karantina selama 5 hari dan setelahnya akan menjalani pemeriksaan kesehatan ulang.

“Mereka memiliki Kitas dan Kitap. Saat dikarantina, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan kembali dan PCR/Swab ulang untuk memastikan mereka benar-benar aman dari Covid-19,” tuturnya.

Selain itu, Romi menegaskan, pihak Imigrasi bersama instansi lainnya sangat berkomitmen dalam mengantisipasi dan mencegah penularan Covid-19 dengan melakukan pengawasan, pemeriksaan kesehatan, dokumen ke Imigrasian penumpang pesawat dari Luar Negeri. “Hal ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan memutus rantai penularan Covid-19,” kata Romi.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp