DP World dan CDPQ Bersama Maspion Group Tandatangani Perjanjian Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Logistik Industri

Prosesi penandatanganan perjanjian di Jakarta.

JAKARTA–DP World, fasilitator smart supply chain terkemuka bersama mitranya grup investasi global Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), Sabtu (6/3) lalu menandatangani perjanjian jangka panjang dengan perusahaan terkemuka di Indonesia, Maspion Group untuk memulai Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Internasional dan Kawasan logistik industri di Gresik.

Alim Markus dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Pengerjaan proyek tersebut diharapkan akan dimulai pada pertengahan tahun 2021 dengan total investasi hingga US$ 1,2 miliar, dan akan meningkatkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu gerbang perdagangan utama bagi Indonesia.

Prosesi penandatanganan diadakan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab, H.E. Suhail Al Mazrouei, di Jakarta dalam forum bisnis Indonesia-Emirates Amazing Week 2021 Building Path Towards Economic Recovery.

Ada pun perjanjian ditandatangani oleh Sultan Ahmed Bin Sulayem, Chairman dan CEO DP World Group dan Dr. Alim Markus, Chairman dan CEO Maspion Group.

          Dari penandatangan perjanjian ini, akan dibentuk perusahaan patungan antara platform investasi global DP World – CDPQ dengan Maspion Group.

Alim Markus dan jajaran berfoto bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Ini merupakan kerja sama sejenis yang pertama di sektor transportasi Indonesia yang melibatkan mitra investor asing langsung (FDI) dan perusahaan swasta Indonesia.

DP World Maspion East Java akan menjadi operator tunggal dari Pelabuhan peti kemas modern dengan skala internasional dan kapasitas desain hingga 3 juta TEUS.

          DP World dan CDPQ juga akan bekerja sama dengan Maspion Group untuk mengembangkan Kawasan Logistik Industri yang terintegrasi, berdekatan dengan Terminal Peti Kemas, dengan luas lahan awal sebesar 110 Ha dan rencana perluasan di masa yang akan datang.

Kawasan tersebut akan menyediakan jasa perdagangan kelas dunia baik untuk bisnis domestik maupun internasional sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sejak diluncurkan empat tahun lalu, platform investasi DP World-CDPQ senilai US$ 8,2 miliar telah berinvestasi di 10 terminal pelabuhan di dunia dan dalam berbagai tahapan siklus aset.

Investasi ini dapat membuat kemitraan platform investasi tersebut untuk mencapai tujuannya mendiversifikasi jangkauannya dalam hal geografis dan jalur perdagangan.

“Kemitraan dengan Maspion Group ini merupakan perkembangan yang penting dalam jaringan global bisnis Pelabuhan dan Logistik kami. Indonesia telah berkembang dengan pesat sebagai salah satu ekonomi terpenting di dunia,” kata  Sultan Ahmed Bin Sulayem, Group Chairman dan CEO dari DP World, dalam siaran tertulisnya.

Proyek ini akan menciptakan infrastruktur yang modern, efisien, dan juga Kawasan Industri yang menyediakan Logistik yang berkualitas.

Model bisnis dan visi dari DP World selaras dengan komitmen Presiden Jokowi untuk memacu pertumbungan ekonomi yang lebih cepat melalui pembangunan infrastuktur perdagangan, peluang investasi yang lebih besar dan penciptaan lapangan kerja.

Emmanuel Jaclot, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Infrastruktur di CDPQ, mengatakan melalui kemitraan dengan Maspion Group ini, CDPQ dengan senang hati melakukan investasi infrastruktur pertamanya di Indonesia, pasar dengan pertumbuhan yang kuat dan mendapat manfaat dari tren struktural yang menguntungkan.

Menurutnya hal ini juga merupakan tonggak penting untuk kerja sama kami dengan DP World dengan adanya penambahan pelabuhan greenfield pertama ke portofolio aset berkualitas tinggi kami yang telah menunjukkan ketahanannya selama setahun terakhir meskipun terjadi pergeseran penting dalam lanskap rantai pasokan global.

Sementara itu Dr Alim Markus, Chairman dan CEO Maspion Group mengatakan Maspion Group berkomitmen untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan Grand Plan dari Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia.

Dia menambahkan, Surabaya merupakan pintu gerbang penting di Indonesia dan keberadaan Pelabuhan peti kemas ini akan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi di Indonesia.

          Proyek Terminal Peti Kemas diperkirakan akan ground-breaking pada tahun 2021 dan beroperasi secara komersial pada tahun 2023.

Proyek ini akan akan mengembangkan sarana infrastruktur di Jawa Timur sebagai bagian dari visi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, melalui Strategi Generasi Emas Indonesia 2045. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp