Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Dosen PCU Ciptakan Anggur Halal untuk Perjamuan Kudus

Tjun Han memamerkan produk minuman fermentasi buah nanas dan buah naga.

SURABAYA—Dosen Hotel Management PCU (Petra Christian University) Hanjaya Siaputra, atau kerap disapa Tjun Han,  melakukan pengabdian masyarakat bersama jemaat di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Sugihwaras, Kediri, dengan membuat minuman fermentasi dari buah nanas dan buah naga.

        Menurut Tjun Han, pembuatan minuman fermentasi bernama NASAGA (Nanas dan Naga) itu, berawal saat dia mendengar cerita dari salah satu alumni PCU, yang menjadi pendeta di gereja tersebut.

        “Beliau bercerita, bahwa daerah Sugihwaras, Kediri, menjadi salah satu desa penghasil nanas terbanyak di Jawa Timur. Saking melimpahnya, hingga nanas di sana hampir tidak punya nilai jual,” ujarnya, Kamis (1/2). 

        Meski sudah pernah dibuat hasil olahan dari buah nanas, mulai dari selai, keripik, hingga nastar. Ternyata upaya masyarakat untuk meningkatkan perekonomian lewat olahan nanas, gagal akibat pandemi Covid-19.

Minuman NASAGA yang juga berguna sebagai Anggur untuk Perjamuan Kudus.
 

        Mendengar hal tersebut, Tjun Han pun berinisiatif mengajarkan jemaat untuk memproduksi minuman fermentasi dari nanas.

        “Produk fermentasi olahan dari buah nanas, biasanya dikenal dengan Tepache, minuman khas Meksiko. Warnanya cenderung kuning transparan. Tetapi, jemaat GKJW Sugihwaras, meminta agar warnanya diubah menjadi merah dengan ditambahkannya buah naga”, ungkapnya. 

Tjun Han menambahkan, minuman NASAGA ciptaannya memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh. Di antaranya sebagai Probiotik Alami, karena mengandung bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan. Selain itu, juga mengandung vitamin C dan mangan, yang penting bagi kesehatan tubuh.

        Selain untuk tujuan bisnis, dosen School of Business and Management PCU ini juga menyebutkan, bahwa minuman NASAGA bisa digunakan sebagai anggur acara keagamaan, seperti perjamuan kudus.

        “Bahan-bahan yang digunakan sangat terjangkau, yaitu kulit nanas, buah naga, gula, cengkeh, dan kayu manis. Dan proses fermentasinya hanya membutuhkan waktu 3-5 hari. Sehingga di hari Minggu, hasil olahannya bisa langsung digunakqn untuk perjamuan kudus”, tuturnya. 

        Selain mengajarkan cara membuatnya. Tjun Han juga memberi pelatihan dalam memasarkan dan mendistribusikannya.

        Dia berharap, melalui pelatihan dan pengabdian masyarakat yang dilakukannya. GKJW Sugihwaras bisa konsisten memproduksi, serta memasarkan minuman fermentasi dari buah nanas dan buah naga, untuk meningkatkan perekonomian warga. anto tze

Sukris Priatmo

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media