International Media

Senin, 23 Mei 2022

Senin, 23 Mei 2022

Djasa Ubersakti Bukukan Pendapatan Usaha Rp244,24 Miliar di Tahun 2021

Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris PT Djasa Ubersakti Tbk.

JAKARTA–PT Djasa Ubersakti Tbk (“PTDU”) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp244,24 miliar di tahun 2021, mengalami peningkatan sebesar 401,42% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp48,71 miliar.

          “Sepanjang tahun 2021 Perseroan mampu melewati tantangan kondisi perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19 dengan baik meskipun sektor konstruksi dalam kondisi kontraksi. Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp3,01 miliar meningkat 1.49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pembukuan yang positif ini tidak terlepas dari meningkatnya progress pekerjaan yang cukup signifikan dan kontribusi dari entitas anak usaha. Meskipun pada kuartal-kuartal sebelumnya Perseroan membukukan kinerja keuangan negative, namun pada akhir tahun Perseroan berhasil membukukan kinerja keuangan positif”, terang Toto Yulianto, Direktur Keuangan Perseroan, dalam siaran pers tertulis, Minggu (3/4).

          Aset lancar Perseroan pada tahun 2021 meningkat sebesar 73,87% menjadi Rp275,95 miliar dari tahun 2020 sebesar Rp158,71 miliar.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya kas dan setara kas, tagihan bruto dari pemberi kerja, serta uang muka ke pemasok.

Aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 2,95% dari Rp 72,60 miliar menjadi Rp 70,46 miliar di 2021 akibat penurunan properti investasi yang dikonversi/barter dengan pembayaran utang ke pemasok. Total aset naik 49,76% dari sebelumnya Rp. 231,31 miliar di tahun 2020 menjadi Rp. 346,41 miliar di tahun 2021.

          Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 63,87% dari Rp. 138,92 miliar di tahun 2020 menjadi Rp. 227,65 miliar.

Liabilitas Jangka Panjang meningkat sebesar 823,50% dari Rp 2,50 miliar menjadi Rp 23,12 miliar di tahun 2021. Secara total, liabilitas Perseroan meningkat 77,31% dari Rp 141,43 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 250,77 miliar di tahun 2021. Peningkatan liabilitas ini lebih disebabkan akibat kenaikan utang bank yang dipergunakan Perseroan untuk medukung pendanaan proyek-proyek yang sedang dikerjakan.

          Perseroan mempunyai keyakinan bahwa kinerja tahun 2022 akan lebih baik lagi seiring dengan mulai menurunnya pandemi covid-19 serta mulai pulihnya kondisi perekonomian nasional.

Pada tahun 2022 perseroan menargetkan akan mengikuti tender pekerjaan dengan nilai tender +/- Rp 5,5 triliun. Lelang pekerjaan meliputi tender proyek-proyek swasta (pusat perbelanjaan, perkantoran, hunian) dan proyek Pemerintah yang pendanaannya bersumber dari APBN/pinjaman (pasar, rumah sakit, universitas, sekolah, terminal, gedung pemerintah, serta jalan). Dari tender yang akan diikuti tersebut sepanjang tahun 2022 Perseroan menargetkan peningkatan angka Penjualan dan Pendapatan Usaha yang turut mendapatkan kontribusi pendapatan dari kontrak yang masih berjalan sebesar Rp136 miliar dan sisanya dari pendapatan baru dan penjualan properti.

          Toto Yulianto di akhir penjelasan menyatakan bahwa salah satu kontribusi penopang kinerja perseroan nantinya berasal dari kontribusi entitas anak usaha yang bergerak dibidang properti.

“Saat ini Entitas Anak Usaha tengah mengembangkan dua  proyek perumahan yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” tutupnya.***

Sukris Priatmo

Komentar