Friday, 24 May 2024

Search

Friday, 24 May 2024

Search

Disdik DKI Janji Tindak Tegas Sekolah yang Nekat Gelar Perpisahan di Luar Kota

Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo.

JAKARTA- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Purwosusilo mengatakan, pihaknya bakal menindak tegas satuan pendidikan yang nekat melakukan kegiatan perpisahan siswa di luar kota. Dia menegaskan, Disdik DKI telah menerbitkan larangan mengenai kegiatan perpisahan siswa di luar kota.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Disdik DKI Nomor e-0017/SE/2024 yang berlaku sejak 30 April 2024. “Hanya (boleh) di sekolah masing-masing menggunakan fasilitas yang ada. Kalau ada sekolah yang melakukan di luar itu, berarti dia perlu pembinaan saya,” ujar Purwosusilo dikutip dalam keterangannya, Rabu (15/5).

Kendati telah menerbitkan larangan, diakui Purwosusilo bahwa masih ada satuan pendidikan yang bersikukuh menggelar perpisahan siswa di luar kota. Ke depan, jika hal serupa masih terjadi, Purwosusilo memastikan bakal memanggil kepala sekolah untuk memberikan arahan. “Kami arahkan untuk mengadakan (perpisahan) di sekolah saja menggunakan fasilitas sekolah yang ada,” ucapnya.

Berkaca dari kasus kecelakaan bus siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat, perpisahan di luar area sekolah bukan hanya dianggap memberatkan orangtua peserta didik, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan siswa.

“Acara di luar itu, satu, memberatkan biaya, kedua berisiko. Insya Allah di Jakarta sudah memahami, karena kami sudah sosialiasi,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan bus yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, Sabtu (11/5) pukul 18.45, mengakibatkan 11 korban tewas.

Bus berpelat AD 7524 OG itu diduga mengalami rem blong. Saat memasuki salah satu jalan menurun di daerah Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bus tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyebrang ke jalur berlawanan dan menabrak mobil Feroza bernomor polisi D 1455 VCD.

Setelah menabrak mobil Feroza, bus terguling. Posisi ban kiri berada di atas, lalu bus tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan. Lalu, bus terhenti usai menghantam tiang listrik di bahu jalan. Penumpang bus berserakan di jalan.

Akibat dari kecelakaan ini 11 orang tewas, terdiri dari sembilan siswa, satu guru, dan satu warga lokal. Saat ini, korban tewas sudah dimakamkan seluruhnya.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Polri Irjen Pol Aan Suhanan tidak menemukan jejak rem di lokasi kecelakaan maut pariwisata tersebut. “Jadi, kalau kami lihat dari TKP yang ada, ini tidak ada jejak rem dari bus tersebut. Yang ada itu bekas ban, satu bagian, diduga itu ban kanan, ada beberapa meter di situ. Kemudian sampai akhir titik kejadian di depan sana menabrak tiang listrik,” ujar Aan. Namun dari temuan hasil olah TKP itu perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah penyebab peristiwa itu akibat rem blong atau ada faktor lainnya. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media