Dirjen PAS Keluhkan Lapas yang Over Crowded

Dirjen PAS, Irjen Reynhard di Lapas Sukamiskin.

BANDUNG  – Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Irjen Reynhard S.P. Silitonga mengungkapkan, dari 250 ribu warga binaan yang menghuni lembaga pemasyarakatan/ rumah tahanan, 135 ribu diantaranya terjerat kasus narkotika.

“Dari 250 ribu ini, itu 250 ribu yang sekarang seluruh Indonesia itu adalah 135 ribu dengan satu perkara yaitu narkoba,” ujar Reynhard di Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung, Rabu (31/3).

Reynhard mencontohkan kondisi lapas Cipinang, Jakarta Timur, yang telah penuh sesak warga binaan kasus narkotika.

“Jadi kalau kita lihat di seluruh lembaga pemasyarakatan kami contohkan di Cipinang jumlah WB adalah 3.800 sedangkan kapasitasnya hanya 1.300 berarti lebih dua kali lipat yang ada disana dan dari 3.800 itu isinya adalah 3.500 perkara narkotika,” kata  Reynhard.

Reynhard merinci, 70% dari kasus narkotika barang buktinya dibawah 5 gram.

“Kalau kita hitung untuk hukumnya 6 tahun ke atas, 5-6 tahun maka angggaran untuk menyelenggarakan pembinaan terhadap seorang warga binaan demikian besar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Reynhard juga menjelaskan bahwa bagi warga binaan narkotika khususnya bandar tidak diberikan hak-haknya seperti pengurangan masa hukuman pada hari raya besar. “Tapi kalau untuk narkotika kalau sudah 6 tahun, 7 tahun ya sudah disitu apalagi kalau dia sudah 28 tahun. Ini kondisi di dalam lapas sehingga terjadi asimilasi mengurangi daripada jumlah warga binaan, sehingga sudah berkurang sekarang 75 ribu tapi tetap over crowded,” katanya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp