International Media

Selasa, 29 November 2022

Selasa, 29 November 2022

Dewas KPK Persilakan Firli Bahuri temui Lukas Enembe di Papua untuk cek kesehatannya

Tangkapan layar - Ketua BPK Isma Yatun (kiri), Ketua KPK Firli Bahuri (kedua dari kiri), dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (kanan) saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4) dini hari yang disiarkan melalui kanal YouTube KPK RI terkait penetapan Bupati Bogor, Ade Yasin bersama tujuh orang lainnya sebagai tersangka.

JAKARTA – Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilakan Ketua KPK, Firli Bahuri, menemui Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE) di Jayapura. Hal tersebut diperbolehkan asalkan pertemuan itu dalam rangka tugas penegakan hukum KPK.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Dewas KPK, Albertina Ho, untuk menanggapi adanya rencana Firli Bahuri menemui Lukas Enembe, tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di Papua.

“Kalau dalam rangka pelaksanaan tugas tidak dilarang,” kata Albertina Ho saat dikonfirmasi awak media, Senin (24/10).

Firli tidak perlu mengantongi izin dari Dewas jika kepentingannya bertemu Lukas dalam rangka proses penegakan hukum. Hal itu dipastikan Albertina setelah mendapat informasi soal rencana Firli ke Papua untuk melihat kondisi kesehatan Lukas.

“Kalau tidak dilarang kan tidak perlu izin, yang penting dalam rangka pelaksanaan tugas,” ucap Albertina.

Sebagaimana diketahui, kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyebut Firli Bahuri akan ikut bersama tim dokter independen ke Jayapura, Papua. Roy Rening mengklaim Firli akan ke Papua dalam rangka untuk melihat langsung kondisi kesehatan Lukas.

“Jadi, pemeriksaan kesehatan ini oleh tim independen ini akan dilakukan di Jayapura, dan pimpinan KPK sendiri, menurut Pak Asep (Asep Guntur Rahayu/Direktur Penyidikan KPK), Ketua KPK akan hadir langsung bersama tim dokter independen yang akan berangkat ke Jayapura,” kata Roy Rening, Senin (17/10).

Sebagaimana diketahui, tim kuasa hukum serta dokter pribadi Lukas Enembe sempat bertemu penyidik KPK yang dipimpin oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) Brigjen Asep Guntur Rahayu, Senin 17 Oktober 2022. Pertemuan itu, dalam rangka membahas kondisi kesehatan Lukas Enembe.

Tim kesehatan dari IDI rencananya berangkat ke Jayapura untuk memastikan kondisi kesehatan Lukas Enembe dalam waktu dekat. Dokter KPK, IDI, dan dokter pribadi Lukas Enembe bakal membahas lebih detail teknis pemeriksaan Lukas di Jayapura.

Lukas sempat menjalani tes kesehatan oleh tim dokter pribadi dari Singapura. Hasilnya, Lukas disebut mengalami kelemahan pada ekstrabitas atau gangguan gerak dan bicara. Oleh karenanya, Lukas berencana dilakukan MRI di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.

Lukas Enembe diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi. Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. Lukas ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lainnya. Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail siapa saja yang jadi tersangka serta konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Tak hanya itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga sudah memblokir rekening milik Lukas Enembe dan pihak-pihak yang terkait. Pemblokiran dilakukan karena PPATK menemukan ada transaksi keuangan yang janggal atau mencurigakan. Informasi terbaru, ada temuan PPATK terkait transaksi keuangan Lukas yang mengalir ke rumah judi alias kasino di luar negeri. PPATK menyebut jumlahnya hampir setengah triliun. KPK sedang mendalami temuan PPATK tersebut. ***

Osmar Siahaan

Komentar