Derby London Utara Milik Arsenal

Penalti Alexandre Lacazette jadi penentu kemenangan Arsenal atas Tottenham Hotspur. (ist)

LONDON – Arsenal tampil sebagai pemenang dalam derby London Utara saat melawan Tottenham Hotspur, di Stadion Emirates, yang tuntas Senin (15/3) dinihari WIB.  Arsenal menang dengan skor 2-1.

Spurs mampu mencuri gol lebih dulu meski bermain di bawah tekanan Arsenal berkat gol Erik Lamela di menit ke-33. The Gunners bertubi-tubi menyerang Spurs dengan dua upayanya mengenai tiang gawang. Sampai akhirnya Martin Odegaard berhasil menciptakan gol penyama Arsenal di menit-menit sebelum jeda.

Kemenangan Arsenal ditentukan oleh Alexandre Lacazette dengan gol penaltinya. Tottenham menyudahi permainan dengan 10 orang setelah Lamela diusir dari lapangan.

Meski memenangi pertandingan, Arsenal bergeming di peringkat 10 klasemen Liga Inggris usai mengumpulkan 41 poin hasil 28 kali bertanding. Begitupun dengan Tottenham yang terpaku di posisi ketujuh dengan 43 poin, berjarak enam poin dari Chelsea di empat besar yang sudah memainkan 29 laga.

Manajer Arsenal Mikel Arteta memuji reaksi timnya usai tertinggal lebih dulu. “Kredit penuh untuk cara kami melakukannya pada hari ini setelah dua hari kembali dari Europa. Tadi itu luar biasa. Tertinggal 0-1, cara kami bermain mengecewakan dan skenario terburuk melawan tim seperti Spurs. Tapi kami terus bermain dan layak atas kemenangannya. Ini tentang bagaimana Anda bereaksi. Tim ini memiliki reaksi untuk tidak menyerah,” kata Arteta kepada Sky Sports. 

Meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-76 usai kartu merah Lamela, Arsenal kemudian justru berada di bawah tekanan Tottenham. Arteta menyebut Meriam London perlu belajar agar tidak kendur di waktu krusial.

“Pada 10 menit terakhir, kami tidak mengatur permainan dan kami perlu memperbaikinya sebagai sebuah tim. Kami bergantung pada keberuntungan. Dengan cara kami bermain, kami seharusnya menyudahi permainan dengan nyaman,”  kata Arteta.

Dalam laga itu Pierre-Emerick Aubameyang tidak dilibatkan.  Ia diparkir karena datang terlambat.

Menurut laporan The Athletic,  Artera  merasa bahwa sikap semacam itu tidak pantas dilakukan, terlebih karena Aubameyang adalah kapten tim. Insiden indisipliner itu ini bukan pertama kalinya dilakukan Aubameyang.

Pesepakbola berusia 31 tahun itu sebelumnya melewatkan tes covid -19 sebelum pertandingan di kompetisi Europa. Kemudian, Aubameyang juga melanggar regulasi klub terkait pandemi ini dengan membuat tato.

Setelah pertandingan selesai, Aubameyang tidak bergabung dengan pemain-pemain cadangan yang tidak dipakai Arsenal untuk melakoni sesi warm-down. Meski demikian, Arteta tetap mendukung pemainnya itu.

“Dia itu orang yang luar biasa dan salah satu pemain terpenting di tim. Dia adalah tim kami dan hal-hal semacam ini memang terjadi. Kita memiliki banyak kejadian di dalam hidup kita dan orang-orang kesulitan dengan pembatasan-pembatasan. Saya tidak akan pernah mengatakan apa yang terjadi di ruang ganti. Saya membuat keputusan yang saya rasa sudah tepat. Kami tahu seberapa penting Auba untuk klub dan itu sudah ditangani, sekarang kita move on,”   kata pelatih asal Spanyol itu.

Di pihak lawan, Tottenham Hotspur memang sulit mengembangkan permainan. Arsenal menyerang dan menekan dengan begitu intens. The Gunners total melepas 13 tembakan dengan Spurs cuma enam, meski sama-sama kedua tim cuma mencatatkan tiga tembakan ke gawang.

Arsenal juga unggul dalam penguasaan bola. Lini pertahanan Arsenal yang dikawal David Luiz dan Gabriel mampu meredam Harry Kane.

 Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho  mengakui timnya tampil tidak bagus “Kami bermain dengan sangat buruk di babak pertama. Pertahanan kami buruk, kami buruk. Mereka lebih intens, agresif dan menggerakkan bola lebih baik dari kami,” kata  Mourinho seperti dilansir dari Sky Sports.

Ia juga mengaku, dirinya sempat optimis di babak kedua. Namun kartu merah yang diterima Erik Lamela dan penalti yang didapat Arsenal membuyarkan segalanya. “Di babak kedua kami mengambil kendali permainan. Di saat-saat bagus kami, kami melakukan perubahan untuk mencoba memenangkan pertandingan dan ketika itu juga wasit membuat keputusan yang salah, VAR mengonfirmasi keputusan yang salah dari wasit,” tutupnya. vit

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp