International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

Densus Masih Dalami NII yang Ingin Menggulingkan Pemerintahan Jokowi  

Ilustrasi

JAKARTA – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia terus berupaya mendalami rencana organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII), yang ingin menggulingkan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) sebelum Pemilu 2024.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan, informasi perihal ingin menggulingkan pemerintah diperoleh dari pelaku yang sudah tertangkap. Mereka kata Aswin, mengungkapkan  penggulingan itu disebarkan pentinggi NII.

“Jadi kalau bagaimana caranya itu kita akan dalami lagi cuman belum bisa kita share dulu ya sekarang,” kaya Aswin kepada wartawan, Rabu (20/4).

“Caranya itu adalah masih disembunyikan atau masih belum dijelaskan ke mereka dari petinggi yang lainnya atau ketua yang lainnya,” ujar Aswin menambahkan.

Terkait pihak yang sudah ditangkap, Aswin menyatakan masih level bawah dari kelompok NII. Hingga saat ini, jajarannya masih terus melakukan upaya penangkapan.

“Kita belum sampai kepada tingkat tinggi yang ditangkap ini masih pada tingkatan kecamatan ternyata. Setelah pemeriksaan ini baru kita dapat semua istilahnya gambaran struktur cuman dia itu terputus mereka juga tidak mengetahui siapa yang diatas dia. Hanya melalui seseorang sebagai istilahnya link yang sekarang lagi kita cari juga,” katanya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan bukti dan sejumlah rencana dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang ingin menggulingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum 2024.

Rencana dan barang bukti itu diketahui dari pengakuan 16 tersangka teroris NII yang ditangkap detasemen berlambang burung hantu di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

“Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatera Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum Pemilu 2024,” kata Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar, Senin (18/4) lalu.

Diantara sekian rencana tersebut, Aswin mengungkapkan bahwa, terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror yang tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam golok dan juga mencari para pandai besi.

“Adapun temuan alat bukti arahan persiapan golok tersebut sinkron dengan temuan barang bukti sebilah golok panjang milik salah satu tersangka,” ujar Aswin.

Kemudian, Aswin juga menyebut, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti dalam bentuk dokumen tertulis yang menunjukkan bahwa jaringan NII di Sumatera Barat memiliki visi-misi yang sama persis dengan NII Kartosuwiryo.

“Yakni mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini dengan syari’at Islam, sistem khilafah, dan hukum Islam,” ucap Aswin.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sebelumnya mengungkap anggota NII di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) ada  1.125 orang. Jumlah itu diketahui dari pernyataan 16 tersangka teroris dari kelompok NII yang ditangkap oleh polisi di Sumbar, beberapa waktu lalu.

Dari jumlah tersebut, kata Aswin, 400 orang diantaranya merupakan anggota yang bersifat aktif. Sedangkan, sisanya non-aktif namun sudah dibaiat atau sumpah setia dengan kelompok itu.

“Selebihnya non-aktif (sudah berbai’at namun belum aktif dilibatkan dalam kegiatan NII) yang sewaktu-waktu bisa diaktifkan apabila perlu,” ujar Aswin. Menurut Aswin, NII Cabang IV/Padang terbagi dalam lima ranting/UD yang masing- masing beranggotakan sekitar 200 orang. Dari jumlah total di Sumatra Barat, 833 orang tersebar di Kabupaten Dharmasraya dan 292 orang berada di Kabupaten Tanah Datar.***

Osmar Siahaan

Komentar