International Media

Senin, 3 Oktober 2022

Senin, 3 Oktober 2022

Demonstrasi di Depan Istana Negara, Mahasiswa akan Sampaikan 6 Tuntutan

Seribuan massa mahasiswa akan berdemonstrasi di depan Istana Negara, Senin 11 April 2022.

JAKARTA – Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) hari ini, Senin (11/4) menggelar aksi demonstrasi di Istana Negara, Jakarta. Pihak BEM SI memperkirakan 1.000-an mahasiswa akan ikut demonstrasi tersebut.

Koordinator Pusat BEM SI, Kaharuddin mengatakan, ada 6 tuntutan yang disuarakan pada aksi 11 April nanti.

Salah satu tuntutannya adalah soal isu penundaan pemilu yang sempat didesak pada aksi 1 April kemarin.

“Yang pertama menuntut Presiden Joko Widodo bersikap tegas menolak dan memberikan pertanyaan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode, karena sangat jelas mengkhianati konstitusi,” katanya kepada MPI, beberapa waktu lalu.

Kemudian, tuntutan lain mengacu pada Undang-undang Ibu Kota Negara.

“Kedua mahasiswa menuntut dan mendesak Presiden Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah, serta dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan,” tuturnya.

Tuntutan berikutnya mahasiswa menyinggung soal bahan pokok dan kelangkaan minyak goreng.

“Ketiga mendesak untuk menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Keempat kami harap Presiden Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng serta mengevaluasi kinerja menteri terkait,” ujarnya.

Mahasiswa juga menuntut penyelesaian konflik agraria. Terakhir, mahasiswa meminta presiden dan wakil presiden berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji kampanya di sisa masa jabatannya.

Sebelumnya, para mahasiswa telah melakukan aksi massa di ring satu Istana Negara pada 1 April 2022. Sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus melakukan long march dari Kampus Trisakti menuju Istana Negara.O-lus

Anak SMK Dilarang

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melarang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti aksi demonstrasi yang M Seluruh Indonesia, Senin (11/4). Hal itu menyikapi ramainya tagar di media sosial bertajuk ‘STM Bergerak’.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ristek Anang Ristanto mengatakan, pemerintah menjaga dengan baik anak-anak, termasuk siswa SMK agar terhindar dari segala bentuk kekerasan.

“Melindungi dan menjaga anak-anak dari kekerasan adalah amanat konstitusi yang merupakan tanggung jawab semua pihak,” ujar Anang saat dikonfirmasi MPI, Minggu (10/4).

Abang mengimbau, seluruh jajaran pendidikan di setiap daerah termasuk orang tua, agar menjaga anak-anaknya agar tidak terlibat pada aksi massa yang akan dilaksanakan oleh kakak-kakaknya besok.

“Untuk menjaga keselamatan dan keamanan peserta didik SMK, Kemendikbudristek mengimbau kepada Dinas Pendidikan, para pendidik serta orang tua peserta didik SMK di wilayah Jabodetabek agar dapat mencegah keterlibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 11 April 2022,” ujarnya.

Ia melanjutkan, unjuk rasa yang akan digelar besok, juta bertentangan dengan jam pelajaran yang digelar di sekolah.

“Selain itu, ajakan untuk mengikuti unjuk rasa pada saat jam belajar tidak sejalan dengan upaya pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan,” tuturnya.

Namun, siswa SMK tetap bisa menyalurkan aspirasi. Mereka bisa menyampaikan aspirasinya di ranah edukasi atau pendidikan, serta di bawah pembinaan dari orang tua. “Penyampaian pendapat dan aspirasi peserta didik dapat disampaikan dalam ranah edukasi yang aman dan di bawah pembinaan para pendidik serta orang tua,” tuturnya.***

Osmar Siahaan

Komentar

Baca juga