Demonstran Yaman Serbu Istana Kepresidenan di Aden

ADEN – Ratusan demonstran Yaman menyerbu Istana Kepresidenan di kota pelabuhan selatan Aden.           

Demonstran memprotes kondisi kehidupan yang buruk dan korupsi dalam pemerintahan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi yang diakui secara internasional.

Menurut seorang koresponden AFP, para pengunjuk rasa termasuk purnawirawan militer dan personel keamanan. Mereka akhirnya didorong mundur dengan damai, saat para pejabat pemerintah termasuk Perdana Menteri Maeen Abdulmalik Saeed masih di dalam gedung.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan pasukan Yaman dan Saudi mengawal para anggota kabinet, termasuk Saeed, ke gedung intelijen militer di dalam kompleks istana.

Pada Desember tahun lalu, menjelang kedatangan pemerintah baru yang dibentuk dari Arab Saudi, purnawirawan militer wilayah selatan mengancam akan mengambil kendali istana karena gaji mereka belum dibayar.

Ketika anggota pemerintahan baru mendarat di Bandara Aden dalam penerbangan dari Riyadh pada bulan yang sama, bandara tersebut terkena tiga serangan bom yang menewaskan 25 orang. Tidak ada pejabat pemerintah yang terluka atau tewas.

Pemerintah menuduh gerakan Houthi melakukan serangan tersebut, meskipun hal ini dibantah juru bicara Houthi Mohammed Al-Bukhaiti.

Dia menyalahkan Arab Saudi, yang mendukung pemerintahan Hadi melawan Dewan Transisi Selatan (STC) separatis yang didukung UEA, yang masih menguasai sebagian besar provinsi Aden dan sebelumnya merebut kota dan Istana Kepresidenan pada 2019.

Menurut Al Jazeera, demonstrasi terpisah terjadi di kota Sayoun di timur Yaman, provinsi Hadhramout, di mana puluhan orang menyerbu kompleks pemerintah.

Demonstran memprotes kondisi hidup yang mengerikan dan kenaikan harga yang terus menerus.

Kantor Pers Yaman, melaporkan demonstrasi menentang pemerintah Hadi juga terjadi di provinsi selatan Abyan setelah jatuhnya mata uang lokal yang ilegal.

Pengunjuk rasa juga mengecam kondisi ekonomi yang memburuk dan kenaikan harga pangan.

Demonstran dilaporkan meneriakkan pengunduran diri pemerintah dan Gubernur Provinsi, Abu Bakr Hussein.***

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp