Deklarasi Online Pendirian Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference

Perwakilan siswa memperlihatkan karya ucapan Selamat Imlek.

JAKARTA–Beberapa hari lalu, pendirian Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference dideklarasikan secara online.

Upacara pendeklarasian dipimpin Ketua Pelaksana Association of Chinese-Filipino Schools in the Philippines dan Kepala Sekolah Philippine Chen Kuang High School Huang Sihua, Phd.

150 orang peserta yang merupakan perwakilan tigabelas sekolah dan institusi pendidikan dari tujuh negara Asia Tenggara ikut serta dalam Zoom meeting room.

Poster kegiatan pendirian Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference.

Delegasi Indonesia terdiri dari Ketua Pelaksana BKPBM Jakarta Arifin Zain serta anggota tim seni budaya.

Menurut informasi, Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference setiap tahun secara bergiliran akan mengirimkan seorang Ketua Pelaksana yang bertanggung jawab menjalin rasa persaudaraan dan kerja antar sekolah anggota. Juga mengembangkan budaya Tionghoa dengan mempromosikan pendidikan bahasa Tionghoa luar negeri.

Kepala eksekutif periode satu Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference adalah Kepala Sekolah Philippine Chen Kuang High School Huang Sihua, Phd. Sedangkan anggota pendiri lainnya antara lain Huang Jing Tai dari “Sekolah Santo” Bandung serta tokoh asal Myanmar, Bangkok, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan negara lainnya.

Pengurus Harian Association of Chinese-Filipino Schools in the Philippines yang juga Kepala Sekolah Philippine Institute Li Shuhui dalam pertemuan tersebut menyatakan berbagai negara di Asia Tenggara adalah tetangga. Orang Tionghoa di dunia adalah satu keluarga. Budaya adalah akar dan pendidikan adalah fondasi.

“Kita semua telah berpartisipasi bersama dalam berbagai kegiatan interaksi budaya online yang difasilitasi Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference. Visi misi Southeast Asia School Education and Cultural Exchange Conference adalah bahu membahu dan tumbuh bersama. Diharapkan kelak dapat menyelenggarakan lebih banyak kegiatan interaksi budaya dan pendidikan. Kita semua dapat saling belajar,” ujarnya.

Terakhir, semua pihak bersama-sama menikmati pagelaran seni budaya sekolah Tionghoa dari tujuh negara ASEAN. Antara lain Singapura, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, Thailand dan  Filipina. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp