Dato’Sri DR. Tahir, MBA dan Dr Lie Dharmawan Kerjasama Buat Highlight Baru Kegiatan Amal

Dato’Sri DR. Tahir, MBA, Dr Lie Darmawan (tengah) dan Dr. Ted Sioeng berfoto bersama.

BERENCANA DIRIKAN SEJUMLAH “RUMAH SAKIT APUNG” UNTUK BERIKAN LAYANAN GRATIS KE WARGA PULAU TERLUAR INDONESIA

JAKARTA (IM)–Menurut berita dari Mayapada Group Indonesia pada Jumat (17/9) lalu, anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) sekaligus Founder Mayapada Group Dato’Sri DR. Tahir, MBA akan bekerjasama dengan Dr Lie Dharmawan merancang pendirian sejumlah “rumah sakit apung” untuk melayani warga pulau terluar di Indonesia bagian timur. Sekaligus memberikan pengobatan gratis kepada penduduk yang tidak memiliki biaya pengobatan.

          Dato’sri DR. Tahir, MBA didampingi Founder Harian Guoji Ribao Dr. Ted Sioeng pada hari itu berdiskusi secara mendalam dengan Dr Lie Dharmawan yang berkunjung ke kantor pusat Mayapada Group.

Pertama-tama, Dr Lie Dharmawan memberikan penjelasan mengenai doctorSHARE “Dr. Lie Dharmawan RSA” (dr. Lie Dharmawan RSA) yang didirikannya.

Program ini sejak lama telah menyediakan layanan pengobatan gratis kepada masyarakat di kawasan terluar Indonesia.

          Pada tahun 2009, Dr Lie Dharmawan memprakarsai pendirian organisasi medis nirlaba untuk membuat rumah sakit terapung doctorSHARE.

Rumah sakit apung yang menabrak karang dan tenggelam.

Untuk tujuan tersebut dia menjual rumahnya dan membeli sebuah kapal berpanjang 25,13 m, lebar 6,82 m dengan kecepatan 173 GT. Setelah direnovasi dan bertransformasi, kapal tersebut dilengkapi dengan ruang operasi, ruang elektrokardiogram, laboratorium USG dan rontgen, ruang konsultasi, UGD, ruang rapat dan ruang praktik dokter.

Para dokter yang berpartisipasi dalam program ini semuanya adalah relawan. Namun agar rumah sakit apung tetap beroperasi setiap harinya, termasuk logistik medis dan perawatan kapal maka masih membutuhkan biaya yang besar.

Dengan berkembangnya doctorSHARE, maka semakin banyak donasi yang diterima. Dr. Li tidak lagi menanggung biaya secara pribadi.

Para pasien yang telah disembuhkan mengungkapkan terima kasih, rasa haru dan rasa syukur dari lubuk hati terdalam mereka. Hal ini menjadi kekuatan pendorong yang kuat bagi mereka untuk terus mengabdi.

          Namun, rumah sakit apung ini kandas karena menabrak karang saat melaksanakan misinya pada tahun ini. Dr Lie Dharmawan mengatakan pada tanggal 16 Juni lalu sekitar pukul 14.00, rumah sakit apung berlayar dari Kupang Nusa Tenggara Timur menuju Torano. Di perairan Bima menabrak karang dan tenggelam.

Seiring dengan pemberitaan mengenai tragedi tersebut serta pemberitaan susulan yang disampaikan Harian Guoji Ribao, dukungan dan donasi dari berbagai kalangan bermunculan guna membantu mewujudkan rencana pendirian rumah sakit apung “dr. Lie Dharmawan II”.

          Dr Lie Dharmawan mengatakan: “Hingga saat ini donasi telah mencapai lebih dari Rp30 miliar. Melebihi perkiraan target biaya untuk membangun kapal baru.” Kapal medis baru dengan desain baru, dengan fasilitas medis yang lebih banyak sehingga dapat memberikan layanan yang lebih lengkap. Sekaligus mempertimbangkan langkah karantina dalam kondisi pandemi ini.

          Dato’sri DR. Tahir, MBA menyampaikan kepada Dr Lie Dharmawan bahwa dari pengalaman sepuluh tahun lebih sebuah kapal medis saja tak mampu menjangkau hingga seluruh pelosok Indonesia serta tidak dapat memberikan layanan kepada lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dato’sri DR. Tahir, MBA kemudian mendiskusikan rencana membuat lebih banyak rumah sakit apung dengan Dr Lie Darmawan.

          Layanan ini diharapkan dapat mencakup wilayah seperti Papua, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Khususnya untuk pulau-pulau terpencil yang kekurangan layanan perawatan medis dan obat-obatan, maka fasilitas rumah sakit apung harus lengkap.

Dapat mengobati beberapa penyakit berat, juga dapat melakukan pemerksaan medis dasar serta operasi.

          Dalam rencana baru ini, Dato’Sri DR. Tahir, MBA bertanggung jawab atas penggalangan dana dan operasi keuangan.

Sedangkan Dr Lie Dharmawan  bertanggung jawab atas pengoperasian rumah sakit apung. Menerapkan pengalaman satu rumah sakit apung ke sejumlah rumah sakit apung. Diharapkan kerjasama yang sempurna terjalin antara kedua belah pihak. Sehingga dapat memberikan layanan pengobatan gratis yang lebih banyak, lebih baik dan lebih berkualitas. Demi memberikan kontribusi lebih lanjut bagi negara dan masyarakat Indonesia. Sekaligus menciptakan prestasi baru.

          Dato’Sri DR. Tahir, MBA mengatakan jika semakin banyak maka akan semakin baik. Diharapkan lebih banyak tokoh dermawan yang berpartisipasi di dalamnya. Menciptakan titik terang baru dalam layanan sosial yang dilakukan tokoh etnis Tionghoa. Sekaligus menciptakan dampak sosial yang lebih besar.

Dia menambahkan Dr Lie Dharmawan adalah seorang ahli bedah bergelar PhD lulusan Jerman. Yang telah mendedikasikan dirinya selama bertahun-tahun bagi kesehatan masyarakat selama bertahun-tahun. Satu hal yang sungguh mengagumkan.

Sementara itu Dr. Ted Sioeng juga mengatakan bahwa Guoji Ribao sebagai media partner rencana ini akan secara aktif bekerja sama dan mempublikasikan secara luas.

Dan bersama-sama menyaksikan peran dan kontribusi etnis Tionghoa dalam konstruksi nasional Indonesia. idn/din

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp