International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Dana Prioritas Nasional 2023 Capai Rp467,3 Triliun

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas mencatat dana program prioritas nasional tahun 2023 dialokasikan sebesar Rp467,3 triliun dalam belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang diarahkan untuk penuntasan infrastruktur dan konektivitas sehingga tidak ada proyek-proyek yang terlantar.

Kemudian untuk mendukung tahapan pemilu 2024, pembangunan ibu kota negara (IKN), dan pelaksanaan Major Project (MP) utama di 2023. “Alokasi pendanaan prioritas nasional diupayakan secara proporsional dengan tetap memperhatikan target pembangunan,” ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2022 di Jakarta, Kamis (21/4).

Dilansir Antara, ia memerinci dana tersebut akan diberikan untuk prioritas nasional 1 yakni memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan sebesar Rp28,7 triliun, serta prioritas nasional 2 yaitu mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan senilai Rp39,2 triliun.

Selanjutnya prioritas nasional 3 yaitu meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing sebesar Rp223,8 triliun yang ditekankan untuk bantuan sosial, pemerataan pendidikan berkualitas, akses dan mutu kesehatan, pendidikan keterampilan dan vokasi, serta prioritas nasional 4 yakni revolusi mental dan pembangunan kebudayaan Rp5,6 triliun.

Untuk prioritas nasional 5 yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar dengan penekanan pada infrastruktur dasar, serta konektivitas dan sumber daya air Rp97 triliun.

Suharso melanjutkan alokasi dana prioritas nasional 6 adalah Rp11 triliun untuk membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim, serta prioritas nasional 7 untuk memperkuat stabilitas politik, hukum, dan HAM dan transformasi pelayanan publik dengan penekanan pemilu sebesar Rp62 triliun.

“Dengan pendekatan tema holistik, integratif, dan spasial alokasi pendanaan akan dimutakhirkan dan diintegrasikan dengan sumber pendanaan lainnya,” tegas Suharso.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga