Dalam Rangka Hari Cheng Beng, YEMI dan Diklat Prajna Nyakrawati Adakan Ritual Fang Shen

Bhiksuni Bhadraprajnani berfoto bersama umat yang mengikuti prosesi Fang Shen.

JAKARTA—Dalam rangka Hari Cheng Beng tahun 2021, YEMI (Yayasan Etika Moral Indonesia) dan Diklat Prajna Nyakrawati mengadakan Fang Shen bersama Bhiksuni Bhadraprajnani (Suhu Xian Hui).

Bhiksuni Bhadraprajnani memercikan air suci ke hewan yang akan dilepas.

          Prosesi Fang Shen yang diikuti oleh puluhan umat Buddha ini dilangsungkan di Kawasan Hutan Mangrove Komplek Mayang, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (21/3). Dan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bhiksuni Bhaddraprajnani selama kurang lebih setengah jam, kemudian satu persatu peserta melepas ikan lele dan kura-kura ke perairan hutan mangrove. Ada sekitar 10 ribu ekor ikan lele dan kura-kura yang dilepas.

         

Ketua  Umum YEMI Alex Tumondo mengatakan keluarga besar YEMI dengan Dewan Pembina DR Eddie Kusuma, melakukan Fang Sheng ini adalah dalam rangka Hari Cheng Beng.

“Kami berharap agar tahun 2021 ini semuanya bisa lebih suka cita dan terlepas dari segala bencana,” ujarnya.

          Fang Shen merupakan ritual yang terdapat dalam ajaran agama Buddha yaitu melakukan pelepasan makhluk hidup ke alam liar. Tujuannya, agar hewan-hewan itu dapat merasakan kembali kehidupan alam bebas dan bahagia karena tidak dikurung.

          Tradisi Fang Shen merupakan wujud cinta pada alam dan hewan.

         

Ritual yang digelar dengan melepaskan hewan hidup ke alam ini, juga dipercaya memiliki pengaruh bagi kehidupan dan keberuntungan.

          Biasanya, hewan yang dilepas penyu, kura-kura, ikan, atau burung. Kebiasaan untuk melakukan tradisi Fang Sheng ini bisa dilihat pada saat-saat tertentu, misalnya saat tahun baru Imlek, Qing Ming (Cheng Beng), Gui Yue (Cit Gwee) atau saat ritual tolak bala. ***

Sukris Priatmo

Sukris Priatmo

Tulis Komentar

WhatsApp