International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Comeback Luar Biasa Real Madrid!

Skuad Real Madrid usai menyingkirkan Manchester City di Semifinal Liga Champions.

MADRID – Dua gol dalam dua menit di akhir waktu normal mewarnai keberhasilan Real Madrid menembus final Liga Champions. El Real menyingkirkan Manchester City lewat extra time.

Dalam laga di Santiago Bernabeu pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (5/5) dinihari WIB,  Madrid mengusung misi wajib menang dengan selisih dua gol usai kalah 3-4 di pada leg pertama.

Laga berakhir tanpa gol di babak pertama. Di babak kedua, ambisi Madrid ke final semakin sulit usai Riyad Mahrez membawa City unggul pada menit ke-73.

Namun pada menit ke-90, Rodrygo Goes membuka secerca asa untuk Madrid setelah menyamakan kedudukan. Ia menyambar bola sodoran dari Karim Benzema. Gol ini lahir dari upaya shot on target kedua Los Blancos.

Asa ini kemudian berubah menjadi keajaiban. Hanya semenit berselang Madrid comeback, Rodrygo kembali mencetak gol. Pemain yang baru masuk di menit ke-68 ini menggetarkan jala City lewat sundulan kepala menyambut umpan silang dari sisi kanan.

Dikutip dari Opta, Rodrygo menjadi pemain pertama yang bisa mencetak dua gol di menit ke-90 ke atas di fase gugur Liga Champions. Brace Rodrygo di pengujung membuat Madrid memaksakan laga berlanjut ke perpanjangan waktu usai agregat imbang 5-5.

Pada babak extra time, angin berpindah ke kubu Madrid karena mental City tampak belum pulih kena comeback di menit akhir. Tampil menekan Madrid mendapat hadiah penalti pada menit ke-95 akibat Karim Benzema dilanggar Ruben Dias.

Benzema yang mengeksekusi sendiri penalti ini sukses mengecoh Ederson. Madrid unggul 3-1 dan bisa mempertahankannya hingga laga tuntas. Mereka melaju ke final Liga Champions untuk berjumpa Liverpool setelah unggul agregat 6-5 dari Man City.

Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti mengatakan kelolosan  ini tidak lepas dari detail-detail kecil, plus faltor keberuntungan. “Tidak mudah menjelaskannya. Ketika semua orang berpikir pertandingannya tamat itu ditentukan oleh satu detail yang bagus: sebuah kombinasi bagus dan sebuah gol dari Rodrygo. Kami mengerahkan seluruh energi untuk itu. Anda butuh sedikit keberuntungan untuk memenangi pertandingan-pertandingan semacam ini,” ucap Ancelotti di laman resmi Madrid.

Italiano berusia 62 tahun itu mengakui,  melawan City butuh perjuangan keras. “Lawan kami tangguh. Pertandingannya tadi sangat komplet dan tim tidak menyerah. Setelah Man City mencetak gol segalanya jadi lebih sulit, tapi kami tetap berkomitmen. Pergantian pemain membantu. Para pemain sudah mengerahkan segalanya karena tadi itu adalah pertandingan yang sangat intens. Kami melakukan pressing sangat tinggi dan City bermain seperti biasanya,” kata Ancelotti.

Ancelotti pun menciptakan rekor. Ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang berhasil mencapai lima final Liga Champions. Ancelotti melebihi pencapaian Marcello Lippi dan Alex Ferguson yang sama-sama empat kali ke final kompetisi itu.

Sebelum mengantar Real Madrid ke final Liga Champions 2021/2022, Ancelotti tiga kali melakukannya bersama AC Milan pada 2002/2003, 2004/2005 dan 2006/2007, serta Madrid pada 2013/2014.

Sedangkan Benzema selalu tampil menawan bersama Real Madrid, secara khusus saat melawan klub Inggris di Liga Champions musim ini. Pemain 34 tahun itu tajam banget di fase knockout.  Ia sangat produktif di Liga Champions musim ini. Sejauh ini, pemain Prancis itu sudah mencatatkan sebanyak 15 gol, memuncaki daftar top scorer.

Ke gawang Chelsea di babak perempatfinal Liga Champions, Benzema mampu membukukan sebanyak empat gol. Satu hat-trick dibukukan oleh Benzema saat Madrid menang 3-1 atas Chelsea di Stamford Bridge.

“Malam penuh dengan emosi.  Sangat bangga pada tim ini dan Madridistas! Tiba di final! Terima kasih. Sampai jumpa di Prancis untuk laga final (melawan Liverpool, 29 Mei dinihari WIB).” kata Benzema di Instagram pribadinya.

Sementara manajer City Josep Pep Guardiola angkat suara soal kegagalannya membawa Mancehster City ke final. “Sebenarnya kami sudah dekat dengan final Liga Champions, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa melakukannya,” kata Guardiola, dikutip dari laman resmi UEFA.

Dengan kegagalan Pep Guardiola kembali dihantui nasib buruk. Untuk kali keenam sepanjang karier kepelatihannya, Guardiola harus merasakan tersingkir dari semifinal Liga Champions. ***

Vitus DP

Komentar

Baca juga