International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

City Atasi Atletico Karena Main Sabar

Kevin De Bruyne (tengah) dihampiri kedua rekannya usai mencetak gol tunggal ke gawang Atletico Madrid.

MANCHESTER – Manchester City meraih kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid pada leg pertama babak perempatfinal Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu (6/4) dinihari WIB. Kemenangan ini diraih The Citizens dengan tidak mudah.

Permainan bertahan Los Rojiblancos sempat membuat Manchester Biru buntu. Padahal, mereka tampil sangat dominan sejak awal laga. Man City mencatatkan penguasaan bola sebesar 70 persen dibanding Atletico yang hanya 30 persen.

Tuan rumah akhirnya mampu membongkar lini pertahanan Atletico pada menit ke-70. Mereka memastikan kemenangan berkat gol tunggal dari Kevin De Bruyne.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola menyebut  Atletico sudah menyulitkan anak asuhannya. Ia menilai pergantian pemain jadi faktor penentu keberhasilan timnya meraih kemenangan di laga ini.

Guardiola memang memasukan tiga pemain langsung di menit ke-68 yaitu Jack Grealish, Gabriel Jesus dan Phil Foden. Mereka menggantikan Ilkay Guendogan, Raheem Sterling Riyad Mahrez.

Pergantian itu memberikan hasil, di mana dua menit setelahnya gol terjadi. Foden berperan besar dengan torehan asisstnya ke De Bruyne. “Ketika kami membuat pergantian itu karena merasa itu bakal kami lebih baik. Terkadang berhasil, tetapi di lain waktu tidak. Tidak mudah menghadapi tim dengan banyak pengalaman di turnamen ini.  Para pemain bermain bagus tetapi kami tahu bahwa Gabriel dan Phil memiliki energi khusus dan Jack memiliki kualitas untuk menahan bola. Kali  ini harus sangat pintar sebagai manajer,” kata Guardiola di situs EUFA.

Meski demikian, Guardiola sedikit menyesalkan kegagalan Man City mengemas gol tambahan. Hal ini membuat City belum sepenuhnya aman karena Atletico bisa saja membalikkan agregat jika menang dengan lebih dari selisih satu gol di leg kedua.

“Kami bermain melawan tim papan atas yang luar biasa yang sulit dihadapi tetapi ini adalah hasil yang bagus. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol kedua dan ketiga. Kami akan pergi  ke sana (kandang Atletico) untuk mencetak gol dan mencoba dan menang lagi,” ujarnya.

Guardiola juga menanggapi tentang taktik lawan yang tak biasa, di mana Atletico menumpuk para pemainnya di daerah pertahanan sendiri (5-5-0) demi bertahan dari serangan tuan rumah. Atletico bahkan tidak menyisakan satu pun pemain di bidang permainan City.

Pelatih asal Spanyol  itu tampak tidak senang dengan taktik ultradefensif Atletico. Menyampaikan komentarnya usai laga, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu membawa-bawa zaman prasejarah.

“Kami merasa mereka akan memainkan formasi 3-5-2, kemudian mereka menyesuaikan dan menjadi 5-5-0, sesuatu yang di masa prasejarah, dan masa kini sangat sulit diserang. Tidak ada celah, mereka kuat sementara kami kecil dan ringan. Ini adalah pertanyaan soal kesabaran. Kami tidak menciptakan peluang tapi kami sabar dan mendapatkan gol dari kerja sama Foden dengan Kevin,” ujarnya dilansir Marca.

De Bruyne mengungkap kesabaran menjadi kunci Man City akhirnya mampu membongkar lini pertahanan Atletico. Ia berharap hal tersebut kembali ditunjukkan City pada leg kedua nanti di markas Atletico pada 14 April mendatang.

“Mereka bermain hampir dengan lima pemain di belakang dan di lini tengah. Sangat sulit untuk menemukan ruang. Cara kami bermain bagus karena kami tidak memberikan celah apa pun. Anda harus tenang, sabar dan mencoba menemukan ruang. Jika tidak, Anda akan kehilangan bola karena sangat padat,” ujar De Bruyne dikutip dari situs UEFA,

Pemain asal Belgia ini menilai laga di leg kedua bakal tetap ketat. Man City hanya butuh hasil imbang untuk bisa melaju ke semifinal. “Kami harus tetap tenang. 1-0 adalah 1-0. Saya menilai situasi serupa akan terjadi di sana. Jika pertandingan ketat, mereka harus lebih banyak menyerang,” jelasnya.

Sementara pelatih Atletico, Diego Simeone mengakui kemenangan tim lawan. “Sebuah penampilan yang bagus melawan sebuah tim yang luar biasa, yang mampu memadukan banyak pemain kelas dunia menjadi satu unit yang luar biasa. Kami tadi ingin bertahan dengan baik, menyempitkan celah dan melukai mereka dengan serangan balik. Namun, ketika kami tampak sedang menciptakan kesempatan terbaik kami, mereka mencetak gol. Itu pertandingan yang sangat sulit,”  kata Simeone di situs UEFA.

Namun ia mengaku optimis akan laga leg kedua nanti. “Mereka mungkin tim terbaik di dunia saat ini. Kami akan sedikit mengubah permainan kami di laga kedua tapi mereka akan sama. City akan bermain dengan cara yang sama. Tapi dengan kerendahan hati, dan kerja keras kami akan bersaing,” tandas Simone.***

Vitus DP

Komentar