Chelsea Suka Lengah Saat Unggul

Laga Chelsea melawan tuan rumah Zenit St Petersburg. (Foto: eufa.com)

ST PETERSBURG – Chelsea diimbangi tuan rumah Zenit St Petersburg di laga terakhir fase grup Liga Champions. Thomas Tuchel menyoroti penampilan timnya yang mengendur saat unggul.

Dalam laga Grup H di Krestovsky Stadium, Kamis (9/12) dinihari WIB itu,  meski sudah memastikan lolos ke babak 16 besar, Chelsea butuh kemenangan untuk merebut posisi juara grup.

Chelsea memulai dengan baik usai Timo Werner membuka keunggulan pada menit kedua. Sempat balik tertinggal, Chelsea kemudian bereaksi dengan mencetak dua gol lewat Romelu Lukaku dan Werner untuk unggul 3-2.

Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar di injury time. Magomed Ozdoev membobol gawang Chelsea di menit ke-90+4 untuk memaksakan hasil akhir 3-3.

Tuchel begitu kesel dengan hasil ini dan menyoroti kebiasaan para pemainnya yang suka mengendur saat sudah unggul. “Kami sangat bagus di 15 menit pertama dan kemudian kami berhenti melakukan apa yang kami lakukan di 15 menit pertama. Kami lupa kalau kami tim yang lebih baik. Sikap kami berubah ketika kami unggul dan ini adalah sesuatu yang tidak pernah kami lakukan dan tidak seharusnya dilakukan,” ujar Tuchel seperti dilansir BBC.

Ia mengatakan, Chelsea harusnya  meningkatkan level permainan. “Kami melakukan hal yang kami inginkan di level tertinggi dan kami mendorong diri kami dan itu menyakitkan dan harus menyakitkan. Anda harus bermain dengan rasa sakit dan Anda meningkatkan level konsentrasi dan mengatasi kesulitan. Kalau Anda mengubah sikap karena skor, Anda membuka peluang untuk dihukum. Semudah itu dasarnya,” kata Tuchel.

Akibat hasil ini, Chelsea harus puas finis sebagai runner-up Grup H dengan 13 poin. The Blues disalip oleh Juventus yang jadi juara grup usai menang atas Malmo. Itu artinya Chelsea berpeluang bertemu dengan tim kuat di fase gagur, seperti Bayern Munich, Ajax, Real Madrid.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp