Cegah Kelangkaan, Pengiriman Elpiji Bersubsidi di Bogor Ditambah

Suplai elpiji 3 kg untuk kota Bogor dan Kabupaten Bogor cukup.

BOGOR- Guna memastikan stok elpiji aman saat Ramadan dan Idulfitri, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bogor menambah 50% stok elpiji bersubsidi dari 244 tabung setiap pengiriman ke wilayah Bogor.

Ketua Hiswana Migas Bogor Raya, Asep Erri mengatakan, potensi kelangkaan gas melon dipastikan sangat kecil terjadi, lantaran pada hari ini pihaknya bakal menambah stok gas melon.

Kata dia, mulai Rabu (14/4), stok gas melon untuk kota dan kabupaten Bogor ditambah. “Hal ini untuk mencegah potensi terjadinya kelangkaan gas melon di masyarakat,” kata Asep, Kamis (15/4).

Berdasarkan data, jumlah pengiriman gas melon di kota dan kabupaten Bogor, berjumlah sekitar 224.000 tabung gas elpiji 3 kilogram dan disebar ke 92 agen dan 400 pengecer di kota dan kabupaten Bogor.

“Jumlah tambahannya sekitar 50% dari alokasi harian atau 112 ribu tabung gas melon,” ujarnya.

Setiap bulan, kata Asep, kuota elpiji 3 kg untuk wilayah Kabupaten dan Kota Bogor sebanyak 4,3 juta tabung. Permintaan bertambah menjadi 4,5 juta tabung selama masa transisi kelangkaan elpiji dan kuota tersebut bisa berkurang atau tetap melihat situasi di lapangan nantinya.

Sejauh ini warga mengaku stok elpiji masih normal. Namun, harga eceran elpiji 3 kg di pengecer/warung mencapai Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per tabung. Padahal, harga eceran tertinggi yang ditetapkan di tingkat pangkalan Rp 16.000 per tabung. gio

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp