Friday, 24 May 2024

Search

Friday, 24 May 2024

Search

Cegah Banjir di Pondok Bambu, Wali Kota Jaktim Buat Sumur Resapan

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar.

JAKARTA- Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar berencana membuat sumur resapan di sekitar Jalan Teluk Tomini, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Hal tersebut menindaklanjuti seringnya banjir di RW 11 yang dikeluhkan warga.
Anwar menyebut Jalan Teluk Tomini memiliki permukaan yang cekung akibatnya air bisa mudah untuk masuk ke rumah warga. Untuk itu, kata dia, diperlukan juga sumur resapan untuk menampung air hujan.
“Saya sepanjang jalan belum melihat ada sumur resapan satupun, sumur-sumuran kali (ada) yang 2 meter. Saya minta yang yang 30 meter, bikin 10, 20 sumur,” kata Anwar di Posko Tim Bebas Banjir, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (12/2).
Anwar menyebut pembuatan sumur resapan efektif untuk menanggulangi banjir. Ia mencotohkan sumur resapan dengan di Cipayung yang berhasil menanggulangi banjir di sana.
“Kemarin saya usulkan di Cipayung, tadinya sedada (banjir). Saya ke sana ibu-ibu berdiri ‘Pak Wali terima kasih sekarang bebas banjir’,” kata dia.
Menurutnya tindakan itu sudah dikaji dengan ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan masyarakat yang lain. Ia berharap permasalahan banjir bisa ditangani di ibu kota.
“Kita lakukan kajian di setiap-setiap lokasi kecamatan yang konturnya beda-beda. Termasuk penyodetan, termasuk normalisasi tanggul, normalisasi saluran, normalisasi waduk yang ada di hulunya, termasuk penambahan pembuatan waduk dan embung,” ujar Anwar.
Sebelumya, warga di RW 11 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengaku waswas setiap hujan datang. Mereka khawatir banjir besar seperti awal 2021 terulang.
Salah satu warga di Jalan Teluk Bima, Mardianah (71), sempat trauma atas banjir di awal 2021 yang melanda rumahnya. Kala itu, ia tak menyangka banjir sampai masuk ke rumah sekitar 70-80 cm.
“Banjir waktu itu seperti tidak disangka-sangka ya, belum pernah sampai rumah. Itu cepat sekali, pas malam tahun baru 31 Desember malam, 2020,” kata Mardianah ditemui di Jalan Teluk Tomini, Jakarta Timur, Minggu (12/2).
Mardianah mengaku waswas lantaran banyak warga di sana yang rata-rata sudah lansia. “Saya di Jalan Teluk Bima (tinggalnya). Sering ngeluh banjir di daerah sini, mana kalau di sini kebanyakan dari pensiunan ya. Kasihan, apalagi tempat saya itu sudah pensiunan semua. Suaminya sudah mendahului, jadi ya terasa sekali. Kebanyakan tinggal berdua, sudah (tinggal) sendiri anak-anaknya,” ujar Mardianah.
Saat hujan datang, Mardianah mengaku langsung membawa barang di lantai satu ke atas. Ia berharap banjir pada 2021 tak terulang pada 2023.
“Jadi kalau sudah hujan rasanya deg-degan, waswas. Hujan sudah takut ya, sudah siap-siap gitu, pakaian di lemari bawah sudah saya angkut semua naikin, barang-barang di bawah naik semua, trauma,” kata dia.
“Kemarin masih ada tenaga ya, kalau sekarang sudah tua. Waktu itu yang bersihkan sama suami,” ungkap Mardianah. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media