Cari Korban Bencana NTT, BNPB Kerahkan Anjing Pelacak

Bencana banjir bandang di NTB.

JAKARTA (IM) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tim Search and Rescue (SAR) Dog, atau anjing pelacak dari Basarnas untuk mempercepat pencarian para korban bencana banjir bandang di  Nusa Tenggara Timur.

“Jadi terus terang untuk evakuasi ini masih dalam proses rapat salah satunya dukungan dari Basarnas dan TNI, dukungan Basarnas dari Bali, Makassar, Sorong langsung menggunakan dengan tim terpadu bersama TNI Polri untuk melakukan evakuasi. Kemudian Tim SAR Dog juga dikirim, pagi ini diagendakan bisa mencapai lokasi untuk mendukung pencarian dan evakuasi,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keteranganya kepada wartawan, Rabu (7/4).

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi pada Selasa (6/4), Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa pencarian korban saat ini masih terkendala. Bahkan, beberapa alat berat yang disiapkan juga belum bisa mencapai lokasi. Alat berat yang disiapkan yakni 8 unit ekskavator, enam unit dump truck.

“Alat berat sudah disiapkan, namun belum bisa dikirim ke tujuan, terutama ke Adonara dan Alor. Sedangkan di Lembata masih diupayakan ke perusahaan yang sedang mengerjakan jalan untuk dikerahkan menuju ke sasaran,” kata Doni.

Doni mengatakan, anjing pelacak ini akan dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pencarian korban bencana.

“Akan didatangkan SAR Dog yang sudah berpengalaman seperti pencarian korban di Mamuju, besok pagi mereka akan diprioritaskan ke tiga lokasi, Lembata, Alor, dan Adonara,” tuturnya.

Sementara itu, Raditya juga mengatakan bahwa Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga telah meninjau seluruh rumah sakit yang bisa digunakan untuk korban bencana.

“Kementerian Kesehatan juga turun langsung Kementerian Kesehatan Pusat Krisis untuk mendukung, kemarin juga sudah ditinjau untuk seluruh rumah sakit,” ujarnya. “Kemudian dukungan lain adalah helikopter, ada 6 helikopter yang standby di wilayah NTT untuk Kupang, Maumere, Sabu Raijua, Malaka, ini memberikan logistik untuk wilayah terisolir, tidak terjangkau logistik. Kemudian untuk kepentingan SAR, dan untuk memberikan kepentingan warga yang memang membutuhkan evakuasi yang dirujuk,” papar Raditya.***

Osmar Siahaan

Osmar Siahaan

Tulis Komentar

WhatsApp