International Media

Sabtu, 25 Juni 2022

Sabtu, 25 Juni 2022

Capaian Vaksinasi Booster di Indonesia Masih Rendah

JAKARTA (IM)- Capaian vaksinasi booster di Indonesia masih cukup rendah, hal itu terlihat dari data yang dipaparkan oleh Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro. 

Dia mengatakan hanya ada satu Provinsi yaitu Bali telah mencapai 60% lebih. Sejauh ini, dia menyampaikan masih ada 29 Provinsi masih di bawah angka 30% dalam capaian vaksinasi booster di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat konferensi pers terkait subvarian baru BA.4 dan BA.5. 

“Sampai 12 Juni 2022 Provinsi Bali merupakan satu-satunya Provinsi yang telah capai lebih dari 60 persen (62.47%) capaian vaksinasi booster. Bahkan 29 Provinsi belum mencapai 30 persen vaksinasi booster bagi masyarakat,” ungkap dr Reisa Broto Asmoro di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Senin (20/6). 

Sementara untuk capaian vaksinasi dosis ketiga ini, yang sudah menyentuh 30% sampai 50% hanya ada empat Provinsi yakni DKI Jakarta 49.54%, Jawa Barat 34.71% dan Kepulauan Riau 43.84% serta Yogyakarta 34.52%. Di luar dari keempat Provinsi tersebut selebihnya, masih di bawah 30%, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan sebagainya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan vaksinasi booster, dapat menurunkan angka kesakitan dan kefatalan bila terinfeksi Covid-19. Di mana juga mampu menciptakan imunitas di tengah masyarakat agar tidak menyebabkan lonjakan kasus. “Mari saling bekerjasama dan beegotong royong untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster untuk menghadapi Covid-19 terutama dengan adanya subvariant of concern ini (BA.4 dan BA.5),” jelasnya.
Perlu diketahui, varian BA.4 dan BA.5 disebut-sebut mampu menghindari antibodi (sistem kekebalan tubuh) atau escape imunity. Bagi mereka yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) dan belum divaksinasi Covid-19 sangat berpotensi mengantarkan ke rumah sakit. “Memang jelas bahwa varian BA.4 dan BA.5 ini dilaporkan juga memiliki kemampuan penurunan kemampuan terhadap Antibodi monoklonal jadi dia memiliki kemampuan escape,” jelas Kepala Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Alexandre Ginting.

Frans Gultom

Komentar

Baca juga