Cangkang Sawit Indonesia Bukukan Potensi Transaksi USD 12 Juta ke Jepang

Cangkang sawit.

JAKARTA – Pelaku  usaha  Indonesia  berhasil  membukukan  potensi  transaksi cangkang  sawit  untuk diekspor  ke  Jepang dengan  nilai  mencapai USD  12  juta  per  tahun. Hal  ini merupakan hasil one-on-one business matching antara pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dan pelaku usaha industri biomassa Jepang yang terlaksana di Pekanbaru, Riau pada Rabu–Kamis (24–25/11) lalu. Pertemuan bisnis difasilitasi Kementerian Perdagangan bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakartadan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI).

“Untuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditasberpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global. Salah satu komoditas  tersebut adalah cangkang kelapa sawit,” ujar  Direktur  Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi di laman Kemendag, Minggu (28/11).

Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar  utama  untuk  komoditas tersebut.  Hal  ini disebabkan  oleh kebijakan  energi  Jepang  yang menetapkan 24 persen pemenuhan energi di Jepang pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy).

Direktur   Kerja   Sama   Pengembangan   Ekspor   Kemendag   Marolop   Nainggolan   menyampaikan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Ditjen  Pengembangan  Ekspor  Nasional Kemendag bersama  Japan  External  Trade  Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja  sama  tersebut  adalah  melalui  kegiatan one-on-onebusiness matching kal iini,”ungkap Marolop.

Ia menambahkan,  Kemendag  mengundang  para  calon  pembeli  untuk  meninjau  langsung gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.

“Selain melalui pertemuan bisnis, kami  juga  mengajak  pelakuusaha  Jepang  untuk  mengunjungi stockpiledan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai. Kami harap calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangkapanjang dengan pelaku usaha lokal,” kata Marolop.

Business matching dengan pelaku usaha Jepang sebelumnya pada April 2021 yang lalu telah berhasil menelurkan pengiriman cangkang sawit oleh PT Internasional Green Energy sebanyak 10 ribu ton dan PT Prima Khatulistiwa Sinergi sebanyak 11 ribu ton pada awal November 2021 untuk memenuhi kontrak pengiriman per bulan secara kontinu ke pasar Jepang. Lalu pada awal Desember 2021, akan dikirim cangkang  sawit  sebanyak 20ribu  ton  oleh PTJatim Propertindo untuk  memenuhi  kontrak serupa dengan perusahaan di Jepang.

Produksi cangkang sawit dunia sebagian besar berada di Indonesia. Ekspor produk cangkang sawit Indonesia  pada  Januari–September  2021  telah  mencapai  USD  286  juta, atau  meningkat  27,01persen dibandingkan dengan  periode  yang  sama  pada 2020. Negara  tujuan  ekspor utama produk cangkang  sawit  Indonesia adalah Jepang  dengan  pangsa  sebesar  84,5 persen dari  total  ekspor cangkang sawit Indonesia, diikuti Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan India. Pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimatan Tengah, dan Sumatra Utara.

Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit adalah Malaysia dan Thailand. Namun demikian, eksportir  cangkang  sawit  Indonesia  menghadapi  kompetisi  yang  relatif  ketat  dengan eksportir  Malaysia.  Harga  cangkang  sawit  di  Malaysia relatif  lebih  murah  dan  stabil, sedangkan harga  di  Indonesia  fluktuatif  dan  cenderung  naik  akibat bea  keluar  dan  pungutan  ekspor,  serta kurangnya infrastruktur pendukung.

Pada  Januari–September  2021,  total  perdagangan  nonmigas  Indonesia  dengan  Jepang  mencapai USD 22,53miliar. Nilai ini meningkat 29,08 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai USD 17,46 miliar.

Sementara itu, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang Januari–September 2021  mencapai  USD  12,12  miliar  dan  impor  Indonesia  dari  Jepang  sebesar  USD  10,41  miliar. Sehingga, Indonesia surplus terhadap Jepang sebesar USD 1,70 miliar.***

Vitus Dotohendro Pangul

Vitus Dotohendro Pangul

Tulis Komentar

WhatsApp