Burung Pipit Mati Massal di Cirebon, DKPP Jabar: Tak Bahayakan Unggas Lokal

Burung pipit berjatuhan dan mati massal di Balai Kota Cirebon..

BANDUNG- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat (DKPP Jabar) memastikan burung pipit yang mati massal di Balai Kota Cirebon tak menularkan penyakit ke peternakan unggas lokal.

Kabid Keswan Kemavet DKPP Jabar, Suprijanto memastikan dari hasil deteksi awal tak ditemukan adanya gejala penyakit dari burung yang mati massal tersebut. Menurutnya dari rentetan peristiwa tersebut muncul berbagai spekulasi, salah satunya karena penyakit flu burung.

Suprijanto mengatakan pihaknya pun berkoordinasi dengan DKPP Sukabumi dan BKSDA. Sampel dari bangkai maupun burung yang masih hidup dikirimkan ke lab untuk diteliti lebih lanjut.

“Insya Allah hasil lab keluar hari ini, kita belum bisa menentukan penyebab pastinya tapi dugaan sementara karena perubahan cuaca yang cukup ekstrem di Cirebon,” kata Suprijanto saat ditemui wartawan, Rabu (15/9).

“Kemungkinan besar seperti itu (efek cuaca), karena perubahan iklim yang terjadi. Kita harus lihat apakah ini isyarat dari pemanasan global? Tapi pastinya setelah hasil lab keluar, hanya yang kita khawatirkan ada penyakit, flu burung yang mungkin terjadi.

Hasil pengamatan awal tidak menunjukkan ke arah sana (flu burung), insya Allah burung-burung tidak membawa penyakit ke peternakan unggas yang ada di sana,” tutur Suprijanto melanjutkan.

Sekadar diketahui, Selasa kemarin cuaca di Kota Cirebon diguyur hujan sejak dini hari hingga petang ini. Sore ini intensitas hujan lebih rendah dibandingkan pagi dan siang hari.

Dari data yang dirilis BMKG, kondisi cuaca di Kota Cirebon masuk kategori waspada. Hujan merata di lima kecamatan di Kota Cirebon.

Sebelumnya, fenomena ratusan burung berjatuhan massal kembali terjadi. Selepas Bali, kali ini ratusan burung pipit berjatuhan dan mati massal di area belakang Balai Kota Cirebon, Selasa (14/9) pagi. ***

Prayan Purba

Prayan Purba

Tulis Komentar

WhatsApp