International Media

Jumat, 30 September 2022

Jumat, 30 September 2022

Bupati Tangerang Ancam Pecat Kepala Sekolah yang Abaikan Sanitasi

Zaki Iskandar.

TANGERANG- Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, akan langsung melakukan pemecatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP Negri yang mengabaikan sanitasi. 

“Ada 60 orang stok kepala sekolah yang siap. Kalau ada kepala sekolah yang tidak memperhatikan sanitasi, akan langsung digantikan,” katanya, Jumat (9/9).

Menurut Zaki, menerapkan disiplin yang sangat ketat dan tegas terkait penerapan program Sanitasi Sekolah (Sanisek) akan menciptakan generasi yang cinta kebersihan, bahkan tidak hanya disekolah saja. Selian itu, Zaki juga memperkenalkan program unggulan yang bernama Sanitren (Sanitasi Pesantren). 

“Kedua, ini menjadi program percontohan nasional dan internasional dari USAID IUWASH (Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation and Hygiene),” ungkapnya.

Ia yang juga terpilih sebagai Ketua Umum Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) periode 2022-2026 tersebut mengatakan, bahwa dirinya akan langsung menyusun formasi untuk menjalankan program-program AKKOPSI. 

“Alhamdulillah hari ini terpilih menjadi Ketua AKKOPSI sampai masa jabatan selesai dan nanti dalam waktu dekat akan menyusun formatur beserta beberapa pimpinan daerah, seperti Wali Kota Banjarmasin kemudian dari Sumatera Barat. Mudah-mudahan ini bisa merangkum semua wilayah di Indonesia dan langsung menyusun program,” ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa akan ada sejumlah program yang akan dijalankan selama dia menjabat sebagai ketua AKKOPSI. Salah satunya adalah melaksanakan City Sannitation Summit XXI di Kabupaten Bandung serta menjalankan program unggulan yang terbukti berhasil.

“Kita juga akan ada acara advokasi and horizontal learning (AHL) beberapa program unggulan yang kita ajak untuk daerah lain replikasi, seperti sanisek sanitren dari Kabupaten Tangerang, Manajemen Kesehatan Menstruasi, ada Sekolah Kurasaki,”.

Zaki berjanji, akan mengoptimalkan peran AKKOPSI bagi semua anggota yang tergabung didalamnya, yang kurang lebih sebanyak sekitar 400 daerah, walaupun didalam AKKOPSI 50 daerah, termasuk Kabupaten Tangerang. Selain itu, dirinya juga akan menindaklanjuti peran pemerintah provinsi yang di rasa sangat minim peran dalam pengentasan sanitasi.  “Harusnya program sanitasi ini menjadi salah satu program unggulan di provinsi masing-masing, karena selain turunan dan domino effect banyak, ini jadi program wajib dalam rangka menurunkan tingkat stunting di Indonesia yang dimulai dari sanitasi itu,” pungkasnya. ***

Prayan Purba

Komentar

Baca juga