International Media

Minggu, 2 Oktober 2022

Minggu, 2 Oktober 2022

BTN Optimistis Pertumbuhan Kredit Mencapai 11%

JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo optimistis pertumbuhan kredit perseroan sepanjang 2022 bisa mencapai 9 persen hingga 11 persen.

“Kami yakin 2022 dengan berbagai dinamika baik di bidang ekonomi maupun kesehatan, dengan adanya Covid-19 dan lain-lain, kebijakan dari regulator, kami yakin bisa untuk mencapai target pertumbuhan kredit BTN di kisaran 9-11 persen,” ujar Haru dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat (22/4).

Dilansir dari Antara, adapun sumber pertumbuhan kredit tersebut, lanjut Haru, yaitu dari permintaan masyarakat dan juga dukungan pemerintah dengan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi.

“Kredit bersubsidi yang kita kenal dengan FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) jumlahnya ditambah untuk tahun ini menjadi 200 ribu unit rumah dan dalam rupiahnya Rp23 triliun,” ujar Haru.

Di samping itu, di luar KPR subsidi, perseroan juga mulai mengembangkan ekspansi ke kelompok milenial yang dinilai masih besar potensinya bagi perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan rumahnya

Pada kuartal I 2022, emiten berkode saham BBTN itu menyalurkan kredit sebesar Rp277,13 triliun, meningkat 6,04 persen dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp261,34 triliun.

Penyaluran kredit perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada kuartal I 2022. Adapun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN hingga akhir Maret 2022 mencapai Rp248,57 triliun.

Dari jumlah tersebut, KPR Subsidi pada kuartal I 2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp134,04 triliun tumbuh 9,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp122,96 triliun.

Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,16 persen menjadi Rp84,28 triliun pada kuartal I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,14 triliun.

Perseroan juga mencetak laba bersih Rp774 miliar pada kuartal I 2022, tumbuh 23,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp625 miliar.

Haru mengatakan, pertumbuhan laba bersih BTN tersebut ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit, pengelolaan aset kredit bermasalah, efisiensi biaya dana, dan operasional.

Transformasi digital yang dirancang sejak dua tahun terakhir juga mulai memberikan dampak positif dalam bentuk akuisisi nasabah baru, perluasan akses pasar, dan produktivitas karyawan. Perbaikan di banyak aspek membuat indikator kinerja keuangan berada dalam tren positif.

“Ditinjau dari sisi topline maupun bottom line, kinerja kami tumbuh menggembirakan. Pencapaian ini berkat bisnis model dan implementasi strategi yang tepat. Ke depan kami tetap optimistis karena ekonomi semakin pulih seiring berakhirnya pandemi. Namun demikian, kami tetap mewaspadai kenaikan inflasi yang bisa menjadi faktor pemberat. Ekonomi global tengah menghadapi tantangan ini,” ujar Haru.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga