Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

BRI Optimistis Kinerja Keuangan Cemerlang

JAKARTA  – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimistis menghadapi sisa akhir tahun 2023 dan mencatatkan kinerja keuangan cemerlang dengan mencapai target yang telah ditetapkan.

Demikian disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada Public Expose Live 2023 di Jakarta, Kamis  (30/11). Public Expose Live 2023 diadakan oleh PT. Bursa Efek Indonesia bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk memperingati 46 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto dan Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto.

“Transformasi yang telah dijalankan BRI sejak tahun 2016 terbukti menghasilkan kinerja impresif, baik dari sisi profitabilitas maupun balance sheet. Hal tersebut membuat perseroan semakin optimistis menyongsong akhir tahun 2023 dengan capaian kinerja cemerlang,” kata Sunarso.

Optimisme BRI tersebut tak terlepas dari keberhasilan BRI Group yang mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III 2023. Diketahui aset BRI secara konsolidasian berhasil tumbuh 9,93% year on year (yoy) menjadi Rp1.851,97 triliun. Pertumbuhan aset tersebut juga diiringi dengan perolehan laba dalam 9 bulan yang mencapai sebesar Rp44,21 triliun atau tumbuh 12,47% yoy.

Dari sisi fungsi intermediasi, Sunarso mengungkapkan perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10-12% year on year di tahun 2023. “Realisasinya, hingga akhir September 2023 penyaluran kredit BRI Group mampu tumbuh 12,53% yoy menjadi Rp1.250,72 triliun dan seluruh segmen kredit tercatat tumbuh positif. Pencapaian tersebut berada di atas target yang ditetapkan dan kami proyeksikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2023,” jelas Sunarso.

Khusus penyaluran kredit UMKM BRI juga tercatat tumbuh 11,01% dari semula Rp935,86 triliun di akhir kuartal III 2022 menjadi Rp1.038,90 triliun di akhir kuartal III 2023. “Dengan demikian porsi kredit UMKM BRI mencapai 83,06% dibandingkan dengan total kredit BRI,” tambahnya.

Keberhasilan BRI dalam menyalurkan kredit tersebut juga diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut digambarkan dari kualitas kredit atau NPL (Non Performing Loan) BRI yang tercatat sebesar 3,07% atau lebih baik apabila dibandingkan dengan NPL pada periode yang sama tahun lalu sebesar 3,09%. Di samping itu, sebagai bagian dari soft landing strategy, BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 228,65%.

“Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BRI mencatatkan total DPK sebesar Rp1.290,29 triliun atau tumbuh 13,21% yoy. Penopang utama DPK BRI masih bersumber dari dana murah (CASA) dengan porsi mencapai 63,64% atau sebesar Rp821,14 triliun,” katanya.

Strategi BRI yang terus fokus dalam meningkatkan porsi dana murah dan digitalisasi pada operasional bisnisnya berdampak kepada semakin baiknya rasio efisiensi perseroan. Hal tersebut tercermin dari rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan CIR (Cost to Income Ratio) yang secara konsisten semakin membaik. “Rasio BOPO membaik dari semula 68,36% menjadi 68,07% dan CIR membaik dari semula 42,55% menjadi 41,28%,” ujarnya.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media