International Media

Minggu, 22 Mei 2022

Minggu, 22 Mei 2022

BRI Konsisten Tingkatkan Dana Murah untuk Efisiensi Biaya Dana

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara konsisten mampu meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mendorong efisiensi biaya dana atau Cost Of Fund (CoF) perseroan.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu menjelaskan,  perseroan senantiasa meningkatkan porsi CASA sejak 2017 dan pada periode kuartal I-2017 saja, porsi dana murah BRI sekitar 56,63 persen dengan nilai Rp397 triliun.

Kemudian per kuartal I-2022, porsi CASA BRI sudah menembus 63,8 persen dengan nilai Rp713,2 triliun, sehingga CoF perseroan berhasil ditekan menjadi 1,7 persen pada periode tersebut.

“Hal ini membuktikan konsistensi BRI untuk mendorong kinerja ke depan. Secara berkelanjutan, kami akan terus meningkatkan dana murah sebagai sumber pendanaan agar dapat memperbaiki struktur pendanaan dan struktur biaya dana, sehingga menjadi lebih murah dan efisien,” kata Viviana dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (10/5).

Ia mengungkapkan,  peningkatan porsi CASA ini merupakan bagian dari transformasi struktur liabilitas perseroan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan, yakni melalui transaction based product and services di segmen wholesale, serta penguatan fitur dan transaksi keuangan melalui Financial Super Apps BRImo.

Selain itu, peningkatan dana murah tak terlepas dari optimalisasi BRI terhadap 130 juta nasabah perseroan yang dilakukan melalui penyediaan produk CASA BRI yang lengkap serta produk Giro. Untuk tabungan sendiri, BRI memiliki Tabungan BRI BritAma, Simpedes, dan Tabunganku.

Ke depan, Vivian menegaskan perseroan terus berupaya meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menciptakan kembali proses bisnis melalui AgenBRILink dan BRImo, hingga menyediakan platform pembayaran yang disesuaikan untuk menangkap potensi pertumbuhan baru melalui BRI Open API.

Dalam rangka memperkuat sinergi dalam grup perseroan, BRI pun menangkap potensi likuiditas berdasarkan pada pasar komoditas melalui Pasar.id dan rantai pembayaran komoditas.

Ia optimistis BRI akan tetap mampu meningkatkan porsi CASA ke depannya, terlebih setelah bergabungnya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke dalam BRI Group sejak September 2021 melalui Holding Ultra Mikro (UMi).

Apalagi, PNM memiliki potensi 11,7 juta nasabah dan Pegadaian 15,8 juta nasabah, yang menjadi potensi besar untuk menabung atau membuka giro di BRI.***

Vitus DP

Komentar

Baca juga