BRI Dukung Program Pemerintah Tingkatkan Inklusi Keuangan

Sunarso. (ft: ist)

JAKARTA –  PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk atau BRI mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia hingga 90% pada 2023-2024. Target ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Untuk itu, BRI menetapkan visi menjadi ‘The Most Valuable Banking Group In Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion’ di tahun 2025. Melalui visi ‘Champion of Financial Inclusion, BRI menilai pentingnya meningkatkan inklusi keuangan sehingga kesejahteraan masyarakat terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga  ikut meningkat.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, visi menjadi lembaga keuangan terdepan dalam mengimplementasikan inklusi keuangan telah dicanangkan pada akhir 2020.

“Kami akhirnya menyusun visi yang baru, kami ingin menjadi The Most Valuable Banking Group in South-East Asia dan yang tadinya Home to The Best Talent kami ganti menjadi Champion of Financial Inclusion.  Tujuannya adalah bagaimana kami berkontribusi kepada negara,”  kata Sunarso dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3).

Sunarso menyebut, melalui visi baru ini, BRI berupaya menjadi institusi jasa keuangan yang menciptakan peningkatan serta perluasan nilai (value) bagi seluruh masyarakat. Dan penciptaan nilai akan dilakukan bukan hanya dari sisi ekonomi, namun dalam berkontribusi sosial terhadap lingkungan.

BRI juga akan semakin berperan menjadi bank yang fokus membantu serta menyalurkan fasilitas dan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Hal ini mengingat BRI sudah dikenal sebagai bank yang fokus melayani segmen UMKM dan nasabah ultra mikro.

Perseroan berencana membangun dan meningkatkan ekosistem, struktur dan sistem pelayanan terhadap nasabah, terutama pelaku UMKM. Selain itu, membangun pusat data UMKM untuk mempermudah pemberian layanan serta pemetaan potensi UMKM se-Indonesia.

 “Itu adalah syarat dan prasyarat untuk kita mentransformasi UMKM ini, baik dari sisi UMKM-nya sendiri, maupun dari sisi banknya, lembaga yang men-support UMKM. Supaya nanti kami bisa sama-sama berjalan berdasarkan cara kerja yang baru yang berbasis teknologi dan digital digital, itu semua butuh integrasi data,”  kata Sunarso.

Berdasarkan data hingga akhir 2020, portofolio kredit UMKM BRI telah mencapai 82,13% dari total pembiayaan yang disalurkan perusahaan. Upaya penyelamatan UMKM yang dilakukan BRI dan pemerintah juga terbukti positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit mikro BRI per Desember 2020 yang mencapai hingga 14,18% secara tahunan. dro

Frans Gultom

Frans Gultom

Tulis Komentar

WhatsApp