Friday, 19 April 2024

Search

Friday, 19 April 2024

Search

BPBD DKI Minta Warga Tak Tebang Pohon di Area Rawan Tanah Bergerak

Ilustrasi.

JAKARTA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi potensi tanah bergerak. BPBD DKI meminta masyarakat tak menebang pohon di area rawan tanah bergerak.
“Mengimbau kepada masyarakat yang berada di kawasan sekitar sungai agar tidak menebang pohon di sekitar lereng dan tidak melakukan pemotongan lereng secara tegak lurus untuk menghindari kejadian tanah longsor,” kata Kasatpel Pengolahan Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang dalam keterangannya, Rabu (11/1).
Michael juga mewanti-wanti warga tak beraktivitas di sekitar kawasan lereng saat hujan melanda. Dia mengatakan BPBD DKI terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat melakukan pemantauan wilayah rawan longsor.
“Melakukan koordinasi dengan aparat kewilayahan seperti Lurah dan Camat untuk memantau titik-titik yang rawan longsor, bersama dengan Tim Reaksi Cepat BPBD DKI,” ujarnya.
BPBD juga meminta warga selalu memantau informasi peringatan dini pergerakan tanah dari PVMBG melalui situs dan media sosial resmi BPBD DKI. “Sebagai langkah kesiapsiagaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 15 wilayah di DKI Jakarta punya potensi terjadinya pergerakan tanah. BPBD menjelaskan perkiraan ini disusun berdasarkan hasil tumpang susun peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
“Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG,” demikian yang disampaikan melalui Instagram @bpbddkijakarta, Selasa (10/1).
BPBD menuturkan titik rawan pergerakan tanah terbagi menjadi 2 zona, yaitu zona menengah dan zona tinggi. Untuk zona menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
“Sementara pada zona tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Geologi atau PVMBG, sebanyak 15 daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah. Berikut ini rinciannya:
Jakarta Selatan:
1. Kecamatan Cilandak
2. Kecamatan Jagakarsa
3. Kecamatan Kebayoran Baru
4. Kecamatan Kebayoran Lama
5. Mampang Prapatan
6. Kecamatan Pancoran
7. Kecamatan Pasar Minggu
8. Kecamatan Pesanggrahan
9. Kecamatan Tebet

Jakarta Pusat:
10. Kecamatan Menteng

Jakarta Timur:
11. Kecamatan Cakung
12. Kecamatan Kramat Jati
13. Kecamatan Matraman
14. Kecamatan Pasar Rebo
15. Kecamatan Pulo Gadung. ***

Prayan Purba

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media